
Foto: Mounture.com/A. Budiana
Mounture.com — Pengelola pendakian Gunung Latimojong mengumumkan penutupan sementara seluruh jalur pendakian selama Bulan Suci Ramadan 2026.
Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan pendaki sekaligus memastikan pengelolaan kawasan tetap optimal di tengah keterbatasan aktivitas selama ibadah puasa.
Penutupan jalur pendakian Gunung Latimojong berlaku mulai 15 Februari hingga 23 Maret 2026.
Selama periode penutupan, seluruh akses resmi pendakian dinyatakan tidak dapat digunakan, meliputi jalur Angin-Angin, jalur Karangan, dan jalur Karuaja.
Menurut pengelola, keputusan ini diambil karena tingginya risiko cedera di jalur pendakian, sementara pada Bulan Ramadan kapasitas pengelolaan dan evakuasi darurat tidak dapat dilakukan secara maksimal. Jika terjadi kecelakaan, penanganan berpotensi tidak optimal dan membahayakan keselamatan pendaki.
Jalur pendakian direncanakan dibuka kembali setelah 23 Maret 2026, dengan informasi lanjutan akan diumumkan secara resmi oleh pengelola.
BACA JUGA: Wisata Gunung Bunder Bogor, Alternatif Liburan Alam Sejuk Dekat Jakarta
Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan dengan puncak tertingginya, Rante Mario, berada di ketinggian sekitar 3.478 mdpl.
Gunung ini termasuk dalam jajaran Seven Summits Indonesia, menjadikannya salah satu destinasi pendakian prestisius bagi para pendaki Nusantara.
Secara administratif, Gunung Latimojong berada di wilayah Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Tana Toraja. Karakter jalurnya dikenal panjang, menantang, serta didominasi hutan hujan tropis dengan jalur yang licin, tanjakan panjang, dan perubahan cuaca yang cepat.
Pendakian Gunung Latimojong umumnya memerlukan fisik prima, perencanaan matang, serta logistik yang cukup, karena durasi pendakian bisa memakan waktu beberapa hari.
Selain tantangan teknis, pendaki juga akan disuguhi panorama alam Sulawesi yang masih sangat alami, mulai dari hutan lebat, lembah berkabut, hingga savana pegunungan di jalur tertentu.
Karena karakter medan yang berat dan lokasi yang relatif terpencil, faktor keselamatan dan kesiapan tim pengelola menjadi aspek krusial dalam setiap aktivitas pendakian di Gunung Latimojong.
(mc/ril)






