
Foto: Mazur Travel/Shutterstock
Mounture.com — Gunung Sibayak dengan ketinggian 2.094 meter di atas permukaan laut (mdpl) dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling mudah diakses di Indonesia.
Terletak di dekat Berastagi, Sumatra Utara, gunung ini terkenal dengan kawah aktif yang mengeluarkan uap belerang (fumarol) serta panorama matahari terbit yang memukau dari puncaknya.
Tak heran jika Gunung Sibayak menjadi destinasi favorit bagi pendaki pemula, fotografer alam, hingga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman mendaki gunung berapi aktif tanpa jalur ekstrem.
Mendaki Gunung Sibayak saat sunrise adalah pilihan paling populer. Namun, karena pendakian dilakukan dini hari, wisatawan biasanya menggunakan transportasi pribadi dari Berastagi menuju area parkir dengan tarif sekitar Rp500.000 untuk 4–5 orang. Dari titik parkir, perjalanan menuju puncak hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki.
Bagi solo traveler, bergabung dengan rombongan lain menjadi solusi untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan keamanan.
BACA JUGA: Glamping dengan View Gunung Tertinggi Jawa Barat di Ciremai Land
Terdapat beberapa jalur pendakian Gunung Sibayak yang bisa dipilih sesuai pengalaman dan waktu tempuh:
1. Jalur Berastagi (Paling Mudah dan Populer)
Jalur ini dimulai sekitar 10 menit berjalan kaki dari Sibayak Multinational Resthouse. Pendaki mengambil jalur kiri di dekat pos pembayaran tiket masuk.
– Jarak: ±7 km
– Waktu tempuh: ±3 jam ke puncak
– Medan: relatif mudah, sebagian besar berupa jalur lebar seperti jalan
2. Jalur Minibus dari Berastagi
Pendaki dapat menaiki minibus hijau Kama dengan tarif sekitar Rp4.000 menuju kaki gunung. Dari titik turun, pendakian menuju puncak memakan waktu sekitar 2 jam.
– Jalur lebih sempit
– Kondisi trek kurang terawat dibanding jalur utama
– Bus pertama berangkat pukul 07.00 pagi
3. Jalur Air Terjun Panorama (Jalur Terpanjang)
Jalur ini direkomendasikan wajib menggunakan pemandu karena melewati hutan lebat. Air Terjun Panorama terletak sekitar 5 km dari Berastagi ke arah Medan.
– Waktu tempuh: minimal 5 jam
– Cocok untuk pendaki berpengalaman
– Risiko tersesat cukup tinggi
BACA JUGA: Mengenal Gunung Parang, Wisata Panjat Tebing Ekstrem di Jawa Barat
Meski jalur utama tergolong mudah, cuaca di Gunung Sibayak dapat berubah sangat cepat. Kabut tebal, hujan mendadak, dan angin kencang sering terjadi.
Pemandu lokal dapat disewa di kantor pariwisata atau penginapan di Berastagi dengan tarif sekitar Rp200.000 (maksimal 3 orang, sekali jalan).
Penggunaan pemandu sangat disarankan, terutama bagi pendaki solo, mengingat pernah terjadi kasus wisatawan asing tersesat hingga meninggal dunia pada tahun 2017.
Sebelum mendaki, pastikan Anda membawa perlengkapan berikut:
– Jaket hangat dan jas hujan
– Senter atau headlamp
– Air minum dan makanan ringan
– Peta jalur pendakian
– Sepatu dengan grip kuat (jalur bisa licin saat musim hujan)
Jalur Gunung Sibayak tidak selalu jelas dan minim penanda, sehingga risiko tersesat cukup tinggi, terutama saat cuaca buruk.
Jangan lupa membawa pakaian renang dan handuk. Di jalur turun, pendaki bisa menikmati pemandian air panas alami, cocok untuk merilekskan tubuh setelah mendaki.
(mc/pd)






