Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara Akibat Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang

Gunung Slamet

Penampakan Gunung Slamet dari ketinggian (dok. id.wikipedia.org)

Mounture.com — Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet ditutup sementara mulai 24 Januari 2026 menyusul cuaca ekstrem yang melanda kawasan lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pendaki.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi cuaca yang belum stabil.

“Untuk sementara (pos pendakian) lingkar Slamet tutup semua. Cuaca masih ekstrem,” ujar Sugeng.

BACA JUGA: SOP Pendakian Gunung Sedang Digodok, Ini Daftar 10 Kawasan Konservasi yang Terlibat

Menurutnya, penutupan jalur pendakian berlaku hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Aktivitas pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinilai aman. “Sampai situasi dan cuaca membaik,” tambahnya.

Sugeng menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian tanggal pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Slamet. Pihak pengelola akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan setiap hari sebelum mengambil keputusan lanjutan.

Penutupan ini menyusul terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah lereng Gunung Slamet, yang menyebabkan kerusakan permukiman dan akses jalan.

Di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang membawa material kayu gelondongan dan lumpur, merusak jalur menuju Pos Pendakian Bambangan dan Gunung Malang di Kecamatan Karangreja.

Selain Purbalingga, banjir bandang juga dilaporkan melanda lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal dan Pemalang, memperkuat alasan dilakukannya penutupan total jalur pendakian.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Ciremai via Apuy Ditutup Sementara, Pendaki Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini dikenal memiliki karakter medan yang panjang, cuaca cepat berubah, serta jalur pendakian yang menuntut kesiapan fisik dan mental pendaki.

Beberapa jalur pendakian populer Gunung Slamet antara lain Bambangan (Purbalingga), Kaliwadas, Baturraden, Gunung Malang, dan Guci. Jalur-jalur tersebut kerap ditutup sementara saat musim hujan ekstrem karena rawan longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.

Pengelola dan pegiat pendakian mengimbau pendaki untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian saat cuaca ekstrem, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pengelola dan instansi terkait sebelum merencanakan pendakian Gunung Slamet.

(mc/ril)