Kunjungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 2025 Didominasi Rekreasi Alam

Pendakian Gede Pangrango

(Foto: dok. Trubus.id)

Mounture.com — Sepanjang tahun 2025, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat kunjungan wisatawan yang terbagi ke dalam berbagai tujuan aktivitas, mulai dari rekreasi alam, pendakian, perkemahan, hingga kegiatan pendidikan dan penelitian.

Data kunjungan ini menjadi acuan penting bagi Balai Besar TNGGP (BBTNGGP) dalam mengelola kawasan konservasi secara berkelanjutan.

Melalui pemantauan yang terukur, BBTNGGP berupaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan jasa lingkungan dan kelestarian ekosistem, sehingga aktivitas wisata tetap berjalan selaras dengan prinsip konservasi.

Berdasarkan rekapitulasi data, rekreasi alam menjadi tujuan utama wisatawan di TNGGP sepanjang 2025. Komposisi kunjungan berdasarkan jenis aktivitas adalah sebagai berikut:

– Rekreasi: 80,1 persen

– Pendakian: 13,9 persen

– Berkemah: 5,3 persen

– Lain-lain: 0,58 persen

– Pendidikan: 0,08 persen

– Penelitian: 0,04 persen

Dominasi rekreasi menunjukkan bahwa wisata alam dengan risiko rendah dan akses yang lebih mudah masih menjadi pilihan utama pengunjung.

BACA JUGA: Wisata Alam Edukatif di Jawa: Dari Baluran, Mangrove Angke, hingga Situ Gunung

Total kunjungan untuk aktivitas rekreasi tercatat 219.961 orang. Dari jumlah tersebut, wisatawan domestik mendominasi dengan 217.920 orang (99,1%), sementara wisatawan mancanegara mencapai 2.041 orang (0,9%).

Puncak kunjungan rekreasi terjadi pada bulan Juli, dengan total 28.009 pengunjung, bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan pertengahan tahun. Selain Juli, lonjakan kunjungan juga terlihat pada Januari, Mei, Juni, dan Desember.

Aktivitas pendakian di TNGGP mencatat total 38.195 pendaki sepanjang 2025, terdiri dari 37.952 pendaki dalam negeri (99,4%) dan 243 pendaki luar negeri (0,6%).

Jalur pendakian ditutup pada Januari hingga April serta Desember demi faktor keselamatan dan kondisi cuaca. Pendakian mulai dibuka kembali pada Mei dan mencapai puncak pada Juni dengan 9.699 pendaki. Aktivitas kemudian tetap tinggi pada Juli dan Agustus sebelum menurun menjelang akhir musim.

Penurunan tajam pada November terjadi karena jalur pendakian telah ditutup; angka 181 orang yang tercatat merupakan data PNBP bulan Oktober yang dilaporkan pada November.

BACA JUGA: Gunung Merbabu Jawa Tengah: Fakta Menarik, Sejarah, dan Rute Pendakian

Untuk aktivitas berkemah, total kunjungan mencapai 14.487 orang, seluruhnya berasal dari wisatawan domestik. Aktivitas ini relatif stabil sepanjang tahun, dengan puncak kunjungan pada Oktober sebanyak 2.270 orang.

Berkemah menjadi alternatif populer bagi wisatawan yang ingin menikmati alam secara lebih dekat, namun tetap dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibanding pendakian.

Secara keseluruhan, data kunjungan TNGGP 2025 menunjukkan bahwa rekreasi alam menjadi tulang punggung kunjungan wisata, pendakian sangat dipengaruhi musim dan kebijakan pembukaan jalur, dan berkemah cenderung stabil dengan lonjakan di akhir musim kemarau.

BBTNGGP menegaskan bahwa pemantauan data kunjungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan, sekaligus memastikan pengalaman wisata yang aman dan bertanggung jawab bagi pengunjung.

(mc/ril)