
Foto: Shutterstock/Jhon Images
Mounture.com — Liburan tak selalu soal bersenang-senang. Ia juga bisa menjadi sarana belajar, menumbuhkan empati, dan mengenalkan nilai keberlanjutan sejak dini. Di Pulau Jawa, terdapat sejumlah destinasi wisata alam edukatif yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari petualangan seru, pembelajaran ekosistem yang nyata, hingga kontribusi langsung bagi ekonomi masyarakat lokal.
Dikutip dari laman KSDAE Kementerian Kehutanan, berikut tiga destinasi pilihan yang menghadirkan pengalaman tersebut dalam satu perjalanan bermakna.
1. Menemukan “Afrika” di Ujung Jawa: Taman Nasional Baluran
Perjalanan dimulai dari ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Taman Nasional Baluran, kawasan konservasi yang kerap dijuluki The Little Africa in Java. Julukan ini terasa nyata saat memasuki Savana Bekol, hamparan luas dengan latar Gunung Baluran yang gagah.
Di sini, wisatawan bukanlah penonton di kebun binatang, melainkan tamu di habitat satwa liar. Anak-anak dapat belajar langsung dari alam saat melihat rusa merumput bebas, merak memamerkan bulu indahnya, hingga kerbau liar yang melintas tanpa sekat. Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Pantai Bama, oase tenang yang dikelilingi hutan mangrove alami.
Baluran juga menjadi ruang belajar etika lingkungan. Konsep “satwa liar bukan peliharaan” diterapkan melalui larangan memberi makan satwa.
Aturan pengelolaan sampah yang ketat pun melatih disiplin dan tanggung jawab, mengajarkan bahwa menjaga alam dimulai dari kebiasaan kecil.
BACA JUGA: Ukuran Jaket Tidak Pas? Ini 8 Solusi Praktis agar Tetap Nyaman dan Stylish
2. Oase Hijau di Tengah Kota: TWA Mangrove Angke Kapuk
Bagi masyarakat perkotaan, TWA Mangrove Angke Kapuk di Jakarta Utara menjadi bukti bahwa wisata alam tidak selalu harus jauh. Kawasan ini berfungsi sebagai benteng ekosistem pesisir sekaligus ruang hijau yang menenangkan di tengah padatnya kota.
Pengunjung dapat menyusuri lorong hutan bakau menggunakan kano atau perahu dayung, menikmati suasana sunyi yang kontras dengan hiruk-pikuk Jakarta.
Aktivitas paling bermakna adalah mengikuti program penanaman mangrove, di mana anak-anak dapat menanam bibit bakau dan memberi nama sebagai simbol kontribusi mereka bagi bumi.
Melalui pengalaman ini, keluarga dapat memahami peran mangrove dalam menahan abrasi, mencegah banjir, serta menjaga keseimbangan ekosistem laut.
3. Bernapas di Jantung Hutan Hujan: Situ Gunung, TN Gunung Gede Pangrango
Beralih ke Jawa Barat, Situ Gunung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menawarkan pengalaman menyatu dengan hutan hujan tropis yang sejuk dan sarat makna.
Ikon utama kawasan ini adalah Suspension Bridge, jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Berjalan di atas kanopi pepohonan raksasa menjadi petualangan tak terlupakan, dilanjutkan trekking ringan menuju Curug Sawer melalui jalur ramah keluarga.
Di balik keindahannya, tersimpan pelajaran penting tentang fungsi hutan sebagai “spons air” yang menyerap hujan dan menopang sumber air bagi jutaan penduduk.
Selain itu, wisata di Situ Gunung juga mendukung ekonomi lokal, mulai dari jasa pemandu, ojek wisata, hingga layanan keranjang sultan.
(mc/ril)






