Pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong Ditutup Sementara Akibat Cuaca Ekstrem

Gunung Panderman

Foto: Instagram/@djuanh23

Mounture.com –Aktivitas pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong resmi ditutup sementara mulai 18 Januari 2026. Penutupan dilakukan demi keselamatan dan keamanan pendaki menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan tersebut.

Pengelola menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kegiatan pendakian akan dievaluasi secara berkala dan dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila kondisi cuaca dinyatakan aman.

Langkah penutupan ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko, mengingat cuaca buruk berpotensi memicu berbagai bahaya di jalur pendakian, seperti hujan lebat, angin kencang, kabut tebal, tanah licin, hingga longsor.

Seluruh calon pendaki diimbau untuk mematuhi kebijakan penutupan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian selama kondisi belum kondusif.

Pengelola jalur pendakian mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi terbaru terkait status pembukaan kembali Gunung Panderman dan Gunung Bokong.

BACA JUGA: Danau Taman Hidup Gunung Argopuro: Pesona Alam Hingga Legenda Dewi Rengganis

Diketahui, Gunung Panderman merupakan gunung berapi tidak aktif yang berada di Kota Batu, Jawa Timur, dengan ketinggian sekitar 2.045 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini dikenal sebagai salah satu tujuan favorit pendaki pemula hingga menengah karena jalurnya yang relatif jelas serta panorama alam yang beragam.

Beberapa lokasi populer di Gunung Panderman antara lain Basecamp Toyomerto, Pos Latar Ombo, Basah, Puncak Basundara, serta Puncak Toyomerto.

Selain menawarkan pemandangan Kota Batu dan Malang dari ketinggian, kawasan ini juga memiliki vegetasi hutan tropis yang lebat serta sumber mata air alami.

BACA JUGA: Gunung Api Bawah Laut Banua Wuhu, Fenomena Vulkanik Unik di Kepulauan Sangihe

Sementara Gunung Bokong berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Panderman dan termasuk dalam kompleks pegunungan Arjuno–Welirang. Gunung ini kerap dijadikan jalur pendakian alternatif maupun jalur lintas bagi pendaki berpengalaman.

Dengan karakter jalur yang lebih menantang, Gunung Bokong memiliki kontur tanah curam, jalur sempit, dan vegetasi rapat, sehingga sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Saat hujan deras, jalur menjadi licin dan rawan longsor, menjadikan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dalam pengelolaannya.

(mc/ril)