
Mounture.com — Mulai tahun 2026, seluruh pengunjung kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menerima gelang asuransi saat melakukan pemindaian tiket online di pintu masuk kawasan. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya meningkatkan perlindungan, legalitas, serta kualitas layanan wisata di Bromo.
Gelang asuransi bukan sekadar aksesori atau identitas pengunjung. Gelang ini menjadi bukti resmi legalitas bahwa wisatawan telah terdaftar sesuai aturan yang berlaku dan berhak memperoleh jaminan perlindungan asuransi selama beraktivitas di kawasan wisata Bromo.
Selain itu, penerapan gelang asuransi bertujuan untuk memastikan setiap pengunjung memiliki hak yang sama, sekaligus membantu pengelola memperoleh data kunjungan yang akurat sebagai dasar evaluasi dan peningkatan kualitas layanan wisata ke depannya.
BACA JUGA: 6 Tips Aman dan Menyenangkan Mendaki Gunung Bersama Anak
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bromo, berikut alur mendapatkan gelang asuransi:
1. Melakukan pembelian tiket secara online melalui situs resmi bromotenggersemeru.id
2. Melakukan scan tiket di pintu masuk kawasan Bromo
3. Petugas akan memberikan gelang asuransi secara otomatis sesuai jumlah pengunjung yang terdaftar
4. Gelang wajib digunakan selama berada di kawasan sebagai identitas dan bukti perlindungan asuransi
Terdapat perbedaan warna gelang berdasarkan kategori pengunjung, yaitu gelang warna biru untuk wisatawan Nusantara, dan gelang warna pink untuk wisatawan mancanegara.
Program asuransi ini dijalankan melalui kerja sama dengan Asuransi Kitabisa.
BACA JUGA: 5 Tips Memilih Teman Pendakian Gunung agar Perjalanan Aman dan Berkesan
Penggunaan gelang asuransi memberikan berbagai manfaat penting, di antaranya jaminan fisik asuransi, jaminan legalitas kunjungan, identitas resmi pengunjung, kenyamanan selama berwisata, transparansi layanan, dan dukungan terhadap pengelolaan kawasan.
Gelang asuransi pengunjung Bromo berfungsi sebagai perlindungan selama berada di kawasan wisata, sekaligus menjadi tanda pengenal resmi yang memudahkan petugas dalam melakukan pelayanan, pengawasan, serta pengelolaan kawasan secara lebih tertib dan profesional.
Dengan kebijakan ini, diharapkan aktivitas wisata di Bromo semakin aman, tertata, dan berkelanjutan bagi semua pihak.
(mc/ril)






