Kisah Masjid Raya Sheikh Zayed sebagai Simbol Persahabatan

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Foto: Disporapar Provinsi Jawa Tengah

Mounture.com — Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS) menjadi salah satu ikon religi megah di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol persahabatan erat antara Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Gagasan pembangunan masjid ini berawal dari kunjungan Sheikh Mohammed bin Zayed ke Indonesia pada Juli 2019. Dalam kunjungan tersebut, MBZ menyampaikan keinginannya untuk menghadiahkan sebuah masjid di kampung halaman Jokowi, yakni Kota Solo.

Setelah melalui proses pencarian lahan wakaf dan tanah milik pemerintah, akhirnya dipilih lokasi di kawasan Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Lokasi tersebut dinilai strategis dan tidak jauh dari kediaman Joko Widodo.

Masjid ini kemudian diberi nama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, diambil dari nama ayahanda Sheikh Mohammed bin Zayed. Nama tersebut sama dengan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Uni Emirat Arab di Abu Dhabi.

BACA JUGA: Minat Wisata Kereta Panoramic Meningkat, KAI Catat 150 Ribu Pelanggan Sepanjang 2025

Meski disebut sebagai replika Masjid Raya Sheikh Zayed Abu Dhabi, masjid ini tetap menghadirkan sentuhan khas Nusantara. Beberapa unsur budaya Indonesia terlihat jelas, seperti penggunaan karpet bermotif batik di ruang salat utama serta ornamen bermotif Kawung pada beberapa pintu dan detail interior masjid.

Perpaduan arsitektur Timur Tengah dengan elemen lokal menjadikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memiliki daya tarik tersendiri, baik bagi jamaah maupun wisatawan religi.

Masjid ini diresmikan pada 14 November 2022. Selanjutnya, masjid ini resmi dibuka untuk umum pada 1 Maret 2023. Sejak dibuka, masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit di Solo dan sekitarnya.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berperan sebagai pusat pengembangan nilai-nilai Islam moderat, perdamaian, toleransi, dan kebangsaan.

Selain itu, masjid ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan persaudaraan serta kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Uni Emirat Arab.

(mc/ril)