
Mounture.com — Mendaki gunung akan terasa lebih seru dan berkesan ketika dilakukan bersama rombongan. Selain menambah keseruan, pendakian berkelompok juga menghadirkan banyak cerita dan pengalaman yang tak terlupakan.
Namun di balik kebersamaan tersebut, pendakian bersama rombongan membutuhkan persiapan yang matang agar perjalanan berjalan aman dan lancar.
Tanpa persiapan yang tepat, pendakian berkelompok justru bisa memicu kendala hingga membahayakan seluruh anggota tim. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan sebelum melakukan pendakian bersama rombongan. Berikut tiga persiapan utama yang perlu dilakukan.
1. Persiapan Fisik yang Matang
Aktivitas mendaki gunung menuntut kondisi fisik dan stamina yang prima. Setiap pendaki memiliki tingkat ketahanan fisik yang berbeda-beda.
Untuk menghindari risiko kelelahan berlebihan yang dapat menghambat perjalanan rombongan, setiap anggota tim sebaiknya melakukan persiapan fisik sejak jauh hari.
Persiapan dapat dimulai dengan olahraga ringan seperti jogging, jalan kaki, bersepeda, atau latihan kardio lainnya. Latihan ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina agar siap menghadapi medan pendakian.
BACA JUGA:Â Gunung Suket Bondowoso: Masih Alami dan Minim Pendaki
2. Berbagi Beban Logistik Secara Merata
Dalam pendakian berkelompok, jumlah barang bawaan biasanya lebih banyak, terutama perlengkapan logistik dan perlengkapan kelompok. Agar tidak memberatkan salah satu anggota, penting untuk menerapkan sistem berbagi beban.
Peralatan yang digunakan untuk kepentingan bersama, seperti tenda, alat masak, dan logistik kelompok, sebaiknya dibagi rata sesuai kemampuan fisik masing-masing anggota. Pembagian beban biasanya disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab setiap pendaki dalam tim.
3. Menentukan Urutan dan Struktur Rombongan
Urutan mendaki menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan rombongan. Banyak kasus pendaki tersesat atau tertinggal karena pengaturan barisan yang kurang tepat.
Idealnya, pendaki dengan kondisi fisik lebih lemah ditempatkan di posisi depan atau tengah, sementara pendaki yang lebih kuat dan berpengalaman berada di bagian belakang.
Selain itu, pembentukan struktur tim sangat dianjurkan, mulai dari leader, navigator, hingga sweeper yang bertugas memastikan tidak ada anggota tertinggal. Koordinasi dan komunikasi yang baik antaranggota menjadi kunci utama keberhasilan pendakian bersama rombongan.
Pendakian berkelompok bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga tentang menjaga kekompakan, keselamatan, dan solidaritas tim selama perjalanan.
(mc/sr)






