
Mounture.com — Bagi sebagian pendaki gunung, menggunakan celana pendek saat pendakian dianggap lebih nyaman dan praktis dibandingkan celana panjang.
Selain terasa lebih ringan dan ringkas, celana pendek juga dinilai mendukung mobilitas saat melintasi jalur pendakian tertentu. Meski demikian, pilihan ini bukan tanpa risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi medan serta cuaca.
Berikut rangkuman kelebihan dan kekurangan menggunakan celana pendek saat mendaki gunung.
BACA JUGA: 4 Gunung di Atas 2.500 Mdpl yang Cocok untuk Pendaki Pemula
Kelebihan Menggunakan Celana Pendek saat Pendakian
1. Lebih Ringan
Celana pendek terasa lebih ringan dibandingkan celana panjang, sehingga memudahkan pendaki saat melangkah, baik di jalur kering maupun basah. Ketika terkena air hujan atau melewati sungai, celana pendek juga tidak menyimpan banyak air sehingga lebih cepat kering dan tidak membebani kaki.
2. Ringkas dan Praktis
Dari segi kepraktisan, celana pendek dinilai lebih ringkas karena tidak perlu digulung seperti celana panjang saat menghadapi kondisi tertentu. Hal ini membuat pergerakan pendaki terasa lebih leluasa, terutama di jalur yang relatif terbuka.
3. Tampilan Lebih Stylish
Bagi sebagian pendaki, celana pendek memberikan tampilan yang lebih stylish. Bagian kaki dan alas kaki seperti sepatu gunung menjadi lebih terekspos, sehingga menunjang estetika penampilan saat pendakian maupun dokumentasi foto.
4. Terasa Lebih Natural
Penggunaan celana pendek juga kerap dianggap lebih natural karena pendaki merasa lebih menyatu dengan alam. Sensasi langsung bersentuhan dengan udara pegunungan menjadi alasan tersendiri bagi penggemarnya.
BACA JUGA: Fenomena Brocken Spectre, Bayangan Raksasa Misterius di Atas Awan Pegunungan
Kekurangan Menggunakan Celana Pendek saat Pendakian
1. Perlindungan Kaki Tidak Maksimal
Kekurangan utama celana pendek adalah minimnya perlindungan kaki. Risiko lecet, terkena duri, ranting, hingga serangan lintah atau pacet menjadi lebih besar karena bagian betis, lutut, dan engkel tidak tertutup secara optimal.
2. Lebih Dingin dan Terbuka
Tanpa lapisan pelindung, kaki akan lebih mudah terasa dingin, terutama di jalur dengan suhu rendah atau angin kencang. Selain itu, kondisi kaki yang terbuka membuatnya lebih mudah kotor serta meningkatkan risiko cedera ringan selama pendakian.
(mc/ns)






