
Foto: Mounture.com/A. Budiana
Mounture.com — Pengelola jalur pendakian Gunung Latimojong mengumumkan pelarangan sementara pendakian tektok (tidak bermalam) di kawasan Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan.
Kebijakan ini berlaku khusus di tiga jalur pendakian, yakni via Angin-angin, via Karangan, dan via Karuaja.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun instagram @latimojongredline.id, yang menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi keselamatan pendaki.
“INFO PENTING! Jalur Gunung Latimojong DITUTUP SEMENTARA khusus pendakian TEKTOK (TIDAK BERMALAM). Demi keselamatan pendaki,” tulis akun instagram tersebut.
BACA JUGA: Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara Mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026
Pihak pengelola menjelaskan bahwa pelarangan pendakian tektok Gunung Latimojong dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan krusial, antara lain:
– Risiko keselamatan pendaki, terutama akibat kelelahan ekstrem
– Cuaca yang tidak menentu dan berpotensi ekstrem, seperti hujan lebat dan kabut tebal
– Risiko evakuasi pada malam hari, yang sulit dilakukan mengingat medan panjang dan minim pencahayaan
Pendakian tektok dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi karena pendaki dituntut naik dan turun dalam satu hari dengan waktu tempuh panjang serta kondisi fisik yang prima.
BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Seminung dan Pesagi Ditutup Sementara Mulai 26 Desember 2025
Diketahui, Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan dengan ketinggian sekitar 3.478 meter di atas permukaan lau (mdpl). Puncak tertingginya dikenal dengan nama Bulu Rante Mario.
Gunung ini terkenal memiliki jalur pendakian panjang dan menguras stamina, medan hutan lebat, tanjakan terjal, serta jalur licin, dan cuaca yang cepat berubah, terutama di ketinggian.
Karena karakteristik tersebut, Gunung Latimojong lebih direkomendasikan untuk pendakian dengan sistem bermalam, sehingga pendaki dapat mengatur ritme perjalanan dengan lebih aman.
Pengelola mengimbau seluruh pendaki agar mematuhi aturan pelarangan pendakian tektok, merencanakan pendakian dengan sistem bermalam, selalu memantau informasi resmi sebelum melakukan pendakian, dan mengutamakan keselamatan dibandingkan ambisi mencapai puncak.
Belum ada informasi resmi terkait hingga kapan pelarangan pendakian tektok ini akan diberlakukan. Pendaki diharapkan menunggu pengumuman lanjutan dari pihak pengelola.
(mc/ril)






