Berapa Lama Sampah Terurai? Begini Cara Bijak Kelola Sampah untuk Bumi Lestari

Waktu Sampai Terurai - Operasi Bersih Gunung Rinjani

Foto: TNGR

Mounture.com — Tahukah kamu, setiap jenis sampah memiliki waktu terurai yang berbeda-beda? Ada yang hanya butuh beberapa bulan, tapi ada juga yang membutuhkan ratusan tahun untuk hancur sempurna.

Fakta ini menjadi pengingat penting agar kita lebih bijak dalam menggunakan barang, mengelola konsumsi, dan mengurangi sampah sehari-hari.

Dikutip dari akun instagram Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, berikut penjabaran lama waktu sampai terurai.

– Kertas: 3–6 bulan

– Kardus: 5 bulan

– Sampah Sisa Makanan: 1–6 bulan

– Kantong Plastik: 10–20 tahun

– Sedotan Plastik: 20 tahun

– Botol Plastik: 50–80 tahun

– Kaleng Aluminium: 80–100 tahun

– Styrofoam: 450 tahun (berubah menjadi mikroplastik)

Melihat data tersebut, plastik dan styrofoam menjadi ancaman terbesar bagi lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

BACA JUGA: Gunung Lawu Terapkan Aturan Baru: Bawa Turun Sampah, Dapat Stiker Eksklusif

Untuk mengurangi dampak buruk sampah, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Kurangi (Reduce) – Bawa tas belanja sendiri dan hindari barang sekali pakai.

2. Gunakan Kembali (Reuse) – Manfaatkan wadah dan barang lama agar tidak cepat dibuang.

3. Daur Ulang (Recycle) – Pilah sampah sesuai jenisnya dan komposkan sampah organik.

4. Bijak Konsumsi – Beli secukupnya dan pilih produk ramah lingkungan.

5. Konsisten – Mulai dari rumah dan ajak orang sekitar untuk melakukan hal yang sama.

“Mengurangi sampah bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap bumi. Dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle, kita bisa menjaga kelestarian alam sekaligus melindungi kualitas hidup generasi mendatang,” tulis akun instagram @bp2sdm.kemenhut.

(mc/ril)