
Mounture.com — Mendaki gunung bukan hanya soal fisik dan mental, tetapi juga soal kesiapan menghadapi kondisi darurat. Cedera ringan, hipotermia, hingga gangguan pernapasan bisa terjadi kapan saja, terutama di medan pegunungan yang cuacanya sulit diprediksi.
Oleh karena itu, memahami pertolongan pertama saat mendaki gunung menjadi bekal penting bagi setiap pendaki, baik pemula maupun berpengalaman.
Beragam sumber menyebutkan bahwa banyak insiden pendakian bermula dari masalah ringan yang tidak ditangani dengan benar. Keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi pendaki dan meningkatkan risiko evakuasi darurat.
Pertolongan pertama yang tepat dapat mencegah cedera semakin parah, menstabilkan kondisi korban sebelum evakuasi, dan menyelamatkan nyawa dalam kondisi kritis.
BACA JUGA: Gua Hatusaka di Taman Nasional Manusela, Gua Vertikal Terdalam di Indonesia
Sebelum membahas teknik penanganan, pastikan setiap pendaki membawa P3K standar pendakian, antara lain perban elastis dan kasa steril, plester luka dan antiseptik, obat pribadi dan obat umum, sarung tangan medis, serta selimut darurat (emergency blanket). Perlengkapan ini sebaiknya mudah dijangkau dan tidak dikubur di dasar carrier.
Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang wajib diketahui.
1. Pertolongan Pertama pada Cedera Ringan
Cedera ringan seperti terkilir, luka gores, atau lecet sering terjadi saat mendaki.
Langkah awal yang bisa dilakukan:
– Bersihkan luka dengan antiseptik
– Tutup luka menggunakan kasa steril
– Balut dengan perban secukupnya
– Istirahatkan bagian tubuh yang cedera
Jika terjadi keseleo, gunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) selama memungkinkan.
2. Penanganan Hipotermia di Gunung
Hipotermia merupakan kondisi serius akibat turunnya suhu tubuh secara drastis. Tanda-tanda hipotermia, antara lain:
– Menggigil hebat
– Bicara tidak jelas
– Tubuh lemas dan kebingungan
Langkah pertolongan pertama:
– Pindahkan korban ke tempat terlindung dari angin
– Ganti pakaian basah dengan yang kering
– Bungkus tubuh menggunakan jaket atau emergency blanket
– Berikan minuman hangat (jika korban sadar)
BACA JUGA: Manfaat Gunakan Kemeja Outdoor untuk Aktivitas Alam Terbuka
3. Pertolongan Pertama pada Dehidrasi dan Kram
Dehidrasi dan kram otot sering muncul akibat kurang cairan dan kelelahan. Penanganannya:
– Hentikan aktivitas sementara
– Berikan air minum atau oralit
– Lakukan peregangan ringan pada otot yang kram
– Jangan memaksakan melanjutkan pendakian
4. Gangguan Pernapasan dan Asma di Gunung
Pendaki dengan riwayat asma atau alergi wajib membawa obat pribadi. Jika terjadi gangguan pernapasan:
– Tenangkan korban
– Longgarkan pakaian
– Bantu posisi duduk setengah tegak
– Gunakan inhaler atau obat sesuai anjuran medis
– Segera lakukan evakuasi jika kondisi tidak membaik.
Perlu diingat, beberapa prinsip dasar, yakni jangan panik, keselamatan penolong tetap utama, tangani sesuai kemampuan, dan laporkan ke petugas atau SAR bila diperlukan. Pertolongan pertama bukan pengganti tenaga medis, tetapi langkah awal yang sangat menentukan.
(mc/pd)





