
Ilustrasi pendaki – Foto: Mounture.com/Fian
Mounture.com — Mengabadikan momen saat pendakian gunung menjadi salah satu aktivitas wajib bagi para pendaki. Selain menjadi kenangan berharga, foto dan video di gunung juga kerap dibagikan ke media sosial sebagai dokumentasi perjalanan.
Namun, memotret di gunung tidak semudah terlihat. Faktor cuaca, pencahayaan, hingga kondisi medan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Agar hasil jepretan lebih maksimal dan berkesan, berikut 5 tips memotret di gunung yang bisa kamu terapkan.
1. Tentukan Lokasi Terbaik
Menentukan lokasi adalah langkah awal yang penting dalam fotografi gunung. Carilah spot dengan:
– Latar belakang lanskap luas
– Siluet gunung atau punggungan
– Padang savana atau lautan awan
– Area dengan komposisi foreground menarik
Lokasi yang tepat akan membuat foto terlihat lebih hidup dan memiliki cerita.
2. Pilih Waktu yang Tepat (Golden Hour)
Waktu terbaik untuk memotret di gunung adalah saat matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset).
Cahaya pada golden hour menghasilkan warna langit yang hangat dan dramatis. Bayangan yang terbentuk juga lebih lembut sehingga detail objek terlihat lebih jelas.
Tak heran jika banyak pendaki rela bangun dini hari demi mendapatkan momen sunrise terbaik dari puncak gunung.
BACA JUGA:Â Crazy Dessert Festival di ASHTA District 8: Hadirkan 35 Brand Spesialis Manis
3. Gunakan Kamera yang Tepat
Untuk hasil maksimal, kamera DSLR atau mirrorless masih menjadi pilihan terbaik karena:
– Sensor lebih besar
– Dynamic range lebih luas
– Pengaturan manual lebih fleksibel
Namun, kamera smartphone modern juga sudah cukup mumpuni jika digunakan dengan teknik yang tepat. Pastikan lensa bersih dan gunakan mode HDR jika diperlukan.
4. Pastikan Memory Card dan Baterai Cukup
Jangan sampai momen indah terlewat karena memori penuh atau baterai habis.
Beberapa tips penting:
– Siapkan memory card cadangan
– Bawa baterai tambahan atau power bank
– Matikan fitur yang tidak perlu untuk menghemat daya
Cuaca dingin di gunung juga bisa membuat baterai lebih cepat drop, jadi simpan baterai cadangan di tempat hangat.
5. Cari Referensi dan Eksplor Angle
Jika ingin hasil foto lebih kreatif, luangkan waktu mencari referensi teknik fotografi gunung. Pelajari:
– Komposisi rule of thirds
– Teknik framing natural
– Penggunaan leading lines
– Siluet dan backlight
Eksplorasi angle yang berbeda akan membuat foto pendakian tidak monoton dan lebih estetik.
(mc/pd)






