3 Menu Makanan Pendakian Gunung yang Tidak Membosankan, Bisa Jadi Alternatif Selain Mi Instan

Makanan Terbaik

Mounture.com — Dalam sebuah pendakian gunung, manajemen logistik makanan menjadi hal yang sangat penting. Pendaki harus memilih makanan yang ringan dibawa, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi harian serta memiliki kalori yang cukup untuk menjaga stamina selama perjalanan.

Karena itu, sebelum melakukan pendakian biasanya para pendaki akan menghitung secara matang jumlah makanan yang harus dibawa sesuai dengan durasi perjalanan.

Selama ini, menu seperti mi instan, sarden, sosis, hingga nugget sering menjadi pilihan karena praktis dan mudah dimasak di alam terbuka. Namun, menu tersebut terkadang terasa monoton dan membosankan bagi sebagian pendaki.

Agar pengalaman memasak di gunung lebih menyenangkan, ada beberapa alternatif menu makanan yang bisa dibawa saat pendakian.

BACA JUGA: 5 Tips Mengajak Pasangan yang Tidak Suka Outdoor agar Tetap Menikmati Camping

1. Steak, Menu “Mewah” yang Bisa Dimakan di Gunung

Salah satu menu yang cukup menarik untuk dicoba saat mendaki adalah steak. Pendaki bisa membawa beberapa potong daging sapi yang kemudian dimasak di atas kompor portable atau api unggun.

Metode memasak medium rare atau setengah matang bisa menjadi pilihan agar proses memasak lebih cepat sekaligus menjaga tekstur daging tetap empuk.

Selain memberikan variasi menu, steak juga memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk memulihkan energi setelah perjalanan panjang.

2. Ikan, Cepat Matang dan Hemat Bahan Bakar

Alternatif menu lainnya adalah ikan, seperti ikan nila atau bandeng. Kedua jenis ikan ini cukup mudah dimasak di alam terbuka.

Ikan bandeng bahkan dikenal lebih cepat matang sehingga tidak membutuhkan waktu memasak yang lama. Hal ini tentu membantu menghemat bahan bakar kompor selama pendakian.

Ikan juga memiliki kandungan protein dan nutrisi yang baik untuk menjaga stamina tubuh selama aktivitas di gunung.

3. Daging Ayam, Praktis Digoreng atau Dibakar

Daging ayam juga bisa menjadi pilihan menu pendakian yang praktis. Proses memasaknya relatif cepat, baik digoreng maupun dibakar.

Menu ayam biasanya mampu meningkatkan selera makan, terutama ketika tubuh sedang lelah setelah menempuh jalur pendakian yang panjang dan melelahkan.

Aroma ayam yang dipanggang di alam terbuka juga sering menjadi penyemangat tersendiri bagi para pendaki.

BACA JUGA: Desa Wisata Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dengan Panorama Alam Dieng

Tips Membawa Daging Mentah saat Pendakian

Sebagian pendaki mungkin khawatir membawa bahan makanan mentah seperti daging karena takut cepat membusuk. Namun pada kenyataannya, suhu di kawasan pegunungan yang lebih dingin dapat membantu menjaga kesegaran daging.

Dalam kondisi tertentu, daging mentah bahkan bisa bertahan hingga sekitar 15 jam tanpa mengalami kerusakan berarti.

Meski demikian, menu seperti steak, ikan, atau ayam lebih disarankan untuk pendakian singkat atau satu malam. Selain itu, pendakian sebaiknya dilakukan bersama rekan yang sudah memahami rute dan kondisi jalur agar segala kebutuhan logistik dapat diprediksi dengan baik.

Dengan perencanaan makanan yang tepat, aktivitas memasak di gunung tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga bisa menjadi pengalaman menyenangkan selama pendakian.

(mc/ns)