
Mounture.com — Saat akan melakukan pendakian gunung, membawa jaket bukan sekadar untuk menghangatkan tubuh. Jaket gunung harus memiliki fitur khusus yang mampu melindungi pendaki dari cuaca ekstrem, seperti angin kencang, suhu dingin, hingga embun dan hujan.
Jaket untuk pendakian berbeda dengan jaket harian pada umumnya. Fitur penunjang yang tepat akan membuat aktivitas di gunung terasa lebih nyaman sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan.
Berikut beberapa fitur penting yang wajib dimiliki jaket gunung.
1. Fitur Windproof
Fitur windproof menjadi salah satu komponen utama pada jaket outdoor. Fitur ini berfungsi untuk menahan hembusan angin malam maupun angin gunung yang dapat menurunkan suhu tubuh secara cepat.
Dengan adanya fitur windproof, jaket mampu menjaga tubuh tetap hangat saat digunakan di malam hari atau di jalur pendakian terbuka. Tanpa perlindungan ini, angin dapat dengan mudah menembus jaket dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
BACA JUGA: 5 Tips Penting Membawa Kompor Portable saat Pendakian Gunung
2. Fitur Waterproof
Selain windproof, jaket gunung idealnya juga memiliki fitur waterproof. Fitur ini membuat jaket tidak mudah basah saat terkena embun, gerimis, atau hujan ringan.
Jaket waterproof dilengkapi lapisan penahan air sehingga cairan tidak mudah meresap ke dalam bahan. Beberapa jaket gunung juga memiliki seam sealed, yaitu perlindungan pada bagian jahitan agar air tidak masuk melalui celah tersebut.
Semakin tinggi tingkat waterproof sebuah jaket, biasanya semakin baik pula perlindungan windproof-nya. Namun, jaket yang windproof belum tentu memiliki kemampuan waterproof.
BACA JUGA: Gunung Andong via Sawit: Akses, Estimasi Waktu, dan Rutenya
3. Fitur Warm Up (Menjaga Kehangatan Tubuh)
Fitur penting lainnya adalah warm up, yaitu kemampuan jaket dalam mempertahankan panas tubuh agar tidak cepat hilang. Fitur ini sangat vital untuk mencegah risiko hipotermia, baik ringan maupun akut.
Jaket dengan fitur warm up umumnya menggunakan bahan polar pada bagian dalam (inner), sehingga sering disebut jaket polar. Sementara itu, bagian luarnya banyak yang menggunakan bahan parasut untuk menambah perlindungan dari angin dan air.
Fitur warm up tidak hanya dibutuhkan saat musim hujan atau cuaca dingin. Pada musim kemarau, suhu udara di gunung tetap bisa turun drastis, terutama malam hari, sehingga jaket dengan kemampuan menjaga kehangatan tetap diperlukan.
(mc/ns)






