
Mounture.com — Produk herbal Bejo Jahe Merah kembali berpartisipasi dalam program Mudik Gratis 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.
Ini menjadi tahun kelima keterlibatan Bejo Jahe Merah dalam kegiatan sosial yang membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Pada tahun ini, lebih dari 16.000 pemudik akan diberangkatkan menuju 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah menggunakan 320 bus yang telah disiapkan panitia.
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, mengatakan bahwa partisipasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Bejo untuk hadir dalam berbagai momen penting masyarakat Indonesia, termasuk perjalanan mudik Lebaran.
Menurutnya, perjalanan panjang menuju kampung halaman seringkali membuat kondisi tubuh menurun. Karena itu, Bejo Jahe Merah memberikan dukungan berupa 32.000 paket produk untuk para pemudik.
“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan. Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin. Kalau itu terjadi, serahkan saja ke Bejo,” ujar Andry.
Dukungan ini merupakan bagian dari kampanye “Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus” yang bertujuan membantu para pemudik tetap hangat dan fit selama perjalanan jauh.
BACA JUGA: 3 Fakta Hutan Hujan Tropis Indonesia, Punya Keanekaragaman Hayati Terbesar di Dunia
Sementara itu, Ahmad Luthfi selaku Gubernur Jawa Tengah berharap seluruh peserta mudik dapat menjalani perjalanan dengan aman sekaligus menjaga kondisi kesehatan.
Menurutnya, program mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat pulang kampung, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung nyaman.
“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting,” ujarnya.
Ia juga berharap para pemudik dapat kembali ke tempat kerja dalam kondisi sehat setelah merayakan Lebaran bersama keluarga.
Program mudik gratis ini tidak berhenti saat para peserta tiba di kampung halaman. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan program arus balik gratis pada 27–28 Maret 2026.
Program tersebut dikoordinasikan oleh pemerintah kabupaten dan kota di daerah asal pemudik, bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi.
Para peserta dapat kembali ke kota tempat bekerja secara gratis dengan melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi yang telah disediakan.
BACA JUGA: Tren Hunian Mahasiswa Berubah, Long Stay Hotel Mulai Dilirik di Sekitar Kampus USU Medan
Sebagian besar peserta mudik merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang hingga pekerja harian. Mereka mendaftar melalui sistem daring yang disediakan oleh Badan Penghubung Jawa Tengah.
Salah satu peserta, Muhammad Jaelani dari Kota Pemalang, mengaku program ini sangat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung saat Lebaran.
“Program mudik gratis ini sangat membantu karena biaya transportasi biasanya naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan. Apalagi tahun ini kembali ada dukungan Bejo Jahe Merah, jadi lebih tenang kalau badan mulai terasa tidak enak selama perjalanan,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam program ini, Bejo Jahe Merah berharap dapat membantu para pemudik menikmati perjalanan dengan lebih nyaman hingga tiba di kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama keluarga.
(mc/ril)






