
Penampakan Gunung Slamet dari ketinggian – Foto: id.wikipedia.org
Mounture.com — Usai ditutup akibat peningkatan aktivitas vulkanik, kegiatan pendakian Gunung Slamet akan kembali dibuka untuk umum pada 8 Agustus 2024 mendatang.
Namun demikian, kegiatan pendakian Gunung Slamet bakal dibatasi hingga radius aman 3 kilometer dari kawah. Serta pihak pengelola jalur pendakian Gunung Slamet pun meminta pendaki untuk mematuhi peraturan dan himbauan yang berlaku.
BACA JUGA:
Catat! Ini Perlengkapan yang Harus Dibawa untuk Pendakian Tektok
Lagi! Alat Pemantauan Gunungapi Dicuri
“Batas aman pendakian yang direkomendasikan 3 km dari kawah. tetap persiapkan fisik, mental, hati perlengkapan dan logistik dengan baik. Patuhi peraturan dan himbauan dari petugas sebelum pendakian,” tulis akun instagram @slametviabambangan.
Sebelumnya, pendakian gunung setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini ditutup sejak Minggu (12/5/2024). Penutupan disebabkan oleh peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet, meski statusnya tidak naik dan tetap Level 2 Waspada.
Diketahui, Gunung Slamet memiliki beberapa jalur pendakian, di antaranya via Bambangan, Guci, Baturaden, Kaliwadas, Dipajaya, dan Cemara Sakti. Di antara jalur-jalur tersebut, melalui Bambangan merupakan yang terfavorit alias banyak dilalui pendaki.
(mc/ril)