Transaksi eCommerce Tembus Rp44,4 Triliun, Ini 5 Tips Aman Belanja Online

Transaksi ecommerce

Mounture.com — Nilai transaksi eCommerce Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, transaksi digital pada Juli 2025 mencapai Rp44,4 triliun dan diproyeksikan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya. Momentum Ramadan dan Idulfitri secara historis menjadi periode dengan lonjakan konsumsi digital tertinggi di Tanah Air.

Pertumbuhan ini menegaskan peran eCommerce sebagai solusi utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Salah satu platform yang menyambut momentum tersebut adalah Lazada Indonesia yang menggelar Lazada Ramadan Daily Sale mulai 16 Februari hingga 24 Maret 2026.

Namun di balik meningkatnya transaksi online, ancaman kejahatan siber juga ikut meningkat.

Berdasarkan laporan sejumlah lembaga keamanan siber nasional, serangan phishing dan social engineering cenderung meningkat menjelang periode belanja besar seperti Ramadan dan Harbolnas.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, mengungkapkan bahwa modus yang paling sering ditemukan meliputi Phishing berbasis pesan instan, Impersonasi customer service, tautan pelacakan pengiriman palsu, serta penyalahgunaan kode OTP.

Menurutnya, literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat tetap aman saat bertransaksi online. “Kesadaran pengguna tetap menjadi lapisan pertahanan terpenting dalam menghadapi ancaman siber,” ujarnya.

BACA JUGA: Kinerja Pariwisata 2025 Lampaui Target, Kontribusi Capai Rp1.143 Triliun dan Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja

Berikut lima tips praktis agar pengalaman belanja tetap aman dan nyaman:

1. Gunakan Password Kuat dan Aktifkan Autentikasi Ganda

Pastikan kata sandi akun eCommerce menggunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan password yang sama di berbagai akun.

Aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) atau verifikasi biometrik untuk perlindungan tambahan.

2. Selalu Bertransaksi di Dalam Aplikasi Resmi

Pastikan transaksi hanya dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi platform. Jangan pernah menyelesaikan transaksi di luar sistem karena tidak bisa dilacak atau dilindungi.

Jika ada pihak yang mengaku karyawan Lazada atau jasa pengiriman menghubungi lewat kanal tidak resmi dan meminta data pribadi, segera abaikan dan laporkan.

3. Jangan Klik Tautan dari Kanal Tidak Resmi

Modus penipuan terbaru sering mengatasnamakan jasa logistik dan meminta korban mengklik tautan untuk melacak paket atau mengklaim refund. Ingat, seluruh status pengiriman tersedia real-time di aplikasi resmi. Hindari klik tautan mencurigakan.

4. Tolak Instalasi Aplikasi di Luar Play Store atau App Store

Penipu kerap meminta korban menginstal file APK melalui pesan instan dengan alasan pembaruan sistem atau percepatan refund.

Platform eCommerce, bank, maupun perusahaan logistik resmi tidak pernah meminta instalasi aplikasi di luar kanal resmi atau meminta berbagi layar (screen sharing).

5. Jangan Berikan Kode OTP kepada Siapa Pun

Kode OTP adalah kunci keamanan akun. Jangan pernah membagikannya, termasuk kepada pihak yang mengaku customer service. Pastikan seluruh komunikasi dilakukan melalui kanal resmi di dalam aplikasi.

BACA JUGA: Hotel Dekat Malioboro? Jangan Lewatkan 5 Kuliner Ikonik Ini

Sebagai platform eCommerce, Lazada menghadirkan kanal LazMall yang menjamin produk asli. Fitur AI Lazzie juga membantu pelanggan menemukan produk sesuai kebutuhan dengan lebih mudah.

Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem keamanan dan memantau transaksi secara real-time.

“Kami rutin mengingatkan pelanggan untuk menggunakan fitur resmi di aplikasi agar setiap transaksi tetap aman dan terlindungi,” ujarnya.

Meningkatnya adopsi eCommerce harus diimbangi dengan kesadaran keamanan digital. Penguatan literasi ini juga sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang menekankan pentingnya perlindungan informasi pribadi sebagai hak dasar warga negara.

Dengan kewaspadaan bersama, masyarakat dapat menikmati berbagai promo Ramadan tanpa khawatir terhadap risiko penipuan digital.

(mc/ril)