
Mounture.com — Masyarakat Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah kembali menggelar Acara Seni Reog Bersih Desa (Mondhosio) pada Selasa, 9 Desember 2025.
Tradisi adat yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali ini menjadi wujud rasa syukur warga atas berkah, keselamatan, dan keharmonisan desa.
Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan Mondhosio juga menjadi bagian penting dalam pelestarian seni budaya Reog, yang telah lama melekat sebagai identitas budaya masyarakat Desa Blumbang.
Bupati Karanganyar Rober Christanto, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong warga dalam menjaga tradisi leluhur.
“Tradisi Mondhosio bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi jati diri masyarakat Desa Blumbang. Pemerintah Kecamatan Tawangmangu mendukung penuh pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus daya tarik wisata,” ujarnya.
BACA JUGA: 6 Destinasi Wisata Kuliner Ayam Khas Indonesia yang Wajib Dicoba
Acara Reog Bersih Desa Mondhosio berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah, dihadiri oleh masyarakat setempat, tokoh adat, serta para pelaku seni.
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan warga dalam menjaga nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, Kepala Desa Blumbang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh seni, serta pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.
Ia berharap tradisi Bersih Desa Mondhosio dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Harapannya, seni Reog Bersih Desa tetap hidup dan mampu beradaptasi di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan tradisi Mondhosio, Desa Blumbang terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas desa sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Karanganyar.
(mc/ril)






