
Foto: Instagram/@mirham_mauluddin
Mounture.com — Status aktivitas Gunung Tambora resmi dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Peningkatan status ini diumumkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral setelah terdeteksi lonjakan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Tambora. Sepanjang Januari 2026, tercatat ratusan gempa vulkanik yang menunjukkan adanya aktivitas di dalam tubuh gunung.
Aktivitas tersebut kemudian meningkat secara signifikan pada Februari hingga awal Maret 2026, sehingga status gunung dinaikkan ke level waspada.
Kenaikan status ini menjadi langkah antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Rupiah Melemah, Wisatawan Indonesia Beralih ke Destinasi Domestik saat Libur Lebaran
Dengan status Level II, masyarakat, wisatawan, serta para pendaki diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan gunung.
Pihak Badan Geologi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah. Selain itu, pengunjung juga diminta tidak turun ke dasar kaldera Gunung Tambora demi menghindari potensi bahaya dari aktivitas vulkanik.
Imbauan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko jika terjadi peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.
BACA JUGA: Malioboro Tetap Jadi Magnet Wisata Yogyakarta saat Libur Lebaran
Gunung Tambora dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling bersejarah di dunia. Gunung yang berada di Pulau Sumbawa ini pernah mengalami letusan besar pada Letusan Gunung Tambora 1815, yang tercatat sebagai salah satu erupsi vulkanik terbesar dalam sejarah manusia.
Letusan tersebut tidak hanya berdampak pada wilayah sekitar, tetapi juga memengaruhi iklim global. Peristiwa itu bahkan dikenal sebagai penyebab fenomena “tahun tanpa musim panas” di beberapa wilayah dunia pada abad ke-19.
Saat ini, aktivitas Gunung Tambora terus dipantau secara intensif oleh Badan Geologi untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkaniknya.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang diberikan.
(mc/ril)






