Radius Bahaya Gunung Slamet Diperluas Jadi 3 Km, Warga dan Pendaki Diminta Tidak Mendekat

  • 8 April 2026 06:59

Gunung Slamet – Foto: Instagram/@auliafusi

Mounture.com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperluas jarak rekomendasi aktivitas di sekitar Gunung Slamet menyusul masih tingginya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Kebijakan ini merujuk pada laporan khusus dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 631.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 4 April 2026 mengenai perubahan jarak rekomendasi Gunungapi Slamet.

Berdasarkan laporan tersebut, jarak aman yang sebelumnya berada dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak kini diperluas menjadi 3 kilometer.

Hingga saat ini, status Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada berdasarkan hasil pemantauan instrumental terbaru oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak demi menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material vulkanik.

BACA JUGA: Baru Mau Naik Gunung? Ini 13 Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait aktivitas Gunung Slamet.

Pemerintah juga meminta warga untuk selalu mengikuti arahan dari instansi terkait, termasuk BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan BPBD Kabupaten Banyumas.

Koordinasi dengan lembaga penanggulangan bencana tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Slamet, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi resmi MAGMA Indonesia yang tersedia di Play Store.

Selain itu, pembaruan informasi juga dapat diakses melalui situs resmi melalui magma.esdm.go.id, vsi.esdm.go.id atau geologi.esdm.go.id serta melalui kanal media sosial resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Melalui pemantauan berkala ini, masyarakat diharapkan selalu mendapatkan informasi yang akurat mengenai perkembangan aktivitas Gunung Slamet.

(mc/ril)