Pertamina NRE Pastikan Pasokan Energi Bersih Tetap Andal saat Ramadan dan Idulfitri

Pertamina NRE Satgas Rafi 2026

Mounture.com — Menghadapi meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih tetap optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri, ketika aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan listrik cenderung melonjak.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan bahwa perusahaan selalu mengedepankan operational excellence dan HSSE excellence dalam setiap operasional, baik pada periode normal maupun pada momen khusus seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital untuk memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik berbasis energi bersih selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Rika.

Dari sisi operasional, kinerja pembangkit listrik yang dikelola Pertamina NRE menunjukkan tingkat keandalan yang sangat tinggi. Pada Januari 2026, Equivalent Availability Factor (EAF) pembangkit listrik yang dikelola secara terkonsolidasi mencapai 99,26 persen.

Sementara itu, produksi listrik pada periode yang sama juga melampaui target bulanan sebesar 4,6 persen, dengan total produksi mencapai 811.650 megawatt hours (MWh).

Capaian tersebut menunjukkan kesiapan infrastruktur energi bersih Pertamina NRE dalam mendukung kebutuhan listrik nasional, termasuk saat periode dengan konsumsi energi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.

BACA JUGA: Festival Mudik Balon Udara Wonosobo 2026 Digelar 22–29 Maret di 23 Lokasi

Melalui Satgas RAFI, Pertamina NRE melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan tim operasional di berbagai wilayah kerja serta dukungan dari ruang kendali pusat.

Pengawasan ini mencakup berbagai fasilitas energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta fasilitas energi rendah karbon lainnya.

Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) yang memungkinkan monitoring aset operasional secara real-time dan terintegrasi langsung dari kantor pusat di Jakarta.

Selain memastikan keandalan operasional, Pertamina NRE juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia dan sistem tanggap darurat selama periode Satgas RAFI.

Perusahaan memastikan ketersediaan personel di lapangan, kesiapan operator, serta penerapan emergency response guna mengantisipasi berbagai kondisi darurat atau situasi kritis.

Khusus di area operasi panas bumi yang berada di wilayah dataran tinggi, potensi risiko seperti longsor juga menjadi perhatian.

Langkah antisipasi dilakukan oleh anak usaha Pertamina NRE, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang mengelola sejumlah pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia.

Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE menegaskan komitmennya sebagai bagian dari **Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah ini menjadi upaya perusahaan untuk memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri, saat kebutuhan energi masyarakat meningkat.

Selain menjaga pasokan energi, inisiatif ini juga menjadi bentuk kontribusi Pertamina NRE dalam menghadirkan sistem energi yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

(mc/ril)