Pendakian Gunung Bawakaraeng via Buluballea Resmi Dibuka 30 Januari 2026

Foto: Shutterstock.com/Najafi

Mounture.com — Usai penantian panjang, akhirnya kabar baik datang bagi para pendaki dan pecinta alam. kegiatan pendakian Gunung Bawakaraeng via Buluballea resmi dibuka kembali pada Jumat, 30 Januari 2026.

Pembukaan ini menjadi momentum penting, karena terjadi di tahun dan suasana yang berbeda, sekaligus membawa harapan baru bagi keselamatan dan kesadaran pendakian.

Keputusan pembukaan jalur pendakian ini diharapkan menjadi langkah terbaik bagi semua pihak, baik pengelola maupun pendaki. Lebih dari sekadar dibukanya akses, momen ini juga menjadi bentuk kepercayaan dan penghargaan kepada para pendaki agar semakin sadar akan pentingnya keselamatan di gunung.

Gunung Bawakaraeng dikenal sebagai salah satu gunung favorit di Sulawesi Selatan dengan karakter jalur yang menantang dan lanskap alam yang khas.

Jalur Buluballea sendiri memiliki peran strategis sebagai akses pendakian yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta manajemen perjalanan yang baik.

Dengan dibukanya kembali pos pengawasan dan pendataan, diharapkan setiap aktivitas pendakian dapat terkontrol dengan lebih baik, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di alam bebas.

BACA JUGA: SOP Pendakian Gunung Sedang Digodok, Ini Daftar 10 Kawasan Konservasi yang Terlibat

Pihak pengelola mengimbau seluruh pendaki yang akan melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng untuk memperhatikan beberapa hal penting berikut:

– Mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum pendakian

– Membawa peralatan dan logistik yang sesuai standar keselamatan

– Melakukan manajemen perjalanan yang baik, termasuk perencanaan waktu dan rute

– Selalu mematuhi arahan dan imbauan dari pihak pengelola dan petugas pos

– Menjunjung tinggi prinsip keselamatan serta etika pendakian di alam bebas

Kesadaran pendaki menjadi kunci utama dalam menciptakan aktivitas pendakian yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Bawakaraeng via Buluballea bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang tanggung jawab. Diharapkan para pendaki semakin memahami bahwa keselamatan di gunung dimulai jauh sebelum langkah pertama dilakukan.

Dengan persiapan matang, sikap disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan, risiko keselamatan dapat diminimalisir sehingga pendakian tetap menjadi pengalaman yang aman dan bermakna.

(mc/ril)