
Foto: Kemenpar
Mounture.com — Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar 4,67 persen pada 2023, berdasarkan data Tourism Satellite Account (TSA). Angka ini menegaskan peran penting pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa kontribusi PDB pariwisata merupakan indikator kinerja utama kementerian, sehingga keberadaan data yang akurat dan mutakhir sangat krusial.
“Kontribusi PDB pariwisata merupakan salah satu indikator kinerja utama Kementerian Pariwisata. Karena itu, ketersediaan data TSA sangat penting,” ujarnya.
Meski menjadi acuan utama, data TSA memiliki keterbatasan karena jeda rilis sekitar dua tahun. Hal ini membuat angka terbaru belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini sektor pariwisata.
Sebagai solusi, Kementerian Pariwisata melakukan estimasi sementara untuk tahun 2025 dengan pendekatan sektor-sektor terkait langsung, seperti akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta angkutan udara. Hasilnya, kontribusi PDB pariwisata pada 2025 diperkirakan mencapai 3,97 persen.
BACA JUGA: Aturan Pendakian Gunung Slamet via Dipajaya 2026: Syarat, Jam Registrasi, dan Ketentuan Tektok
Untuk mengatasi keterlambatan data, Kementerian Pariwisata terus memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik agar penyediaan data menjadi lebih cepat, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan kebijakan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan perhitungan PDB pariwisata atau menghadirkan metode statistik alternatif yang lebih real-time.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendorong pelaksanaan Passenger Exit Survey (PES), yang berfungsi untuk menghitung pengeluaran wisatawan mancanegara (inbound tourism consumption).
Survei ini akan dilakukan di berbagai titik strategis, termasuk lounge bandara internasional, dengan melibatkan berbagai pihak seperti pengelola bandara di bawah InJourney, 13 bandara internasional, dan pengelola lounge seperti IAS Hospitality dan Garuda Executive Lounge.
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat terkait kontribusi wisatawan asing terhadap ekonomi nasional.
BACA JUGA: Wisata Wonogiri Siap Sambut Libur Lebaran 2026, Ini Daftar Destinasi dan Event Menariknya
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi langkah Kementerian Pariwisata dalam melakukan estimasi sementara.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan TSA Indonesia mengacu pada standar internasional, sehingga prosesnya cukup kompleks karena melibatkan banyak sektor.
Lebih lanjut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini telah ditetapkan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam pembangunan nasional.
“Pemerintah menargetkan rasio PDB pariwisata meningkat dari sekitar 4,6 persen pada 2025 menjadi 8 persen pada 2045,” jelasnya.
Selain PDB, pemerintah juga akan memperkuat statistik tenaga kerja sektor pariwisata tahun 2025. Penyusunan data ini tetap mengacu pada standar KBLI 2015 agar selaras dengan target dalam RPJMN.
Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan BPS ini rencananya akan diresmikan melalui penandatanganan perjanjian pada akhir Maret 2026.
(mc/ril)







