Gunung Guntur Ditutup Sampai Waktu Tak Ditentukan! Ini Alasan Resminya

Mounture.com — Kabar penting bagi para pendaki dan wisatawan alam. Kawasan Gunung Guntur resmi ditutup sementara untuk seluruh aktivitas wisata.

Penutupan ini diumumkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat dalam surat resmi bernomor PG.190/BIDTEK/KSA.04.01/03/2026.

Keputusan ini berlaku sejak 6 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan kawasan Taman Wisata Alam Gunung Guntur bukan tanpa alasan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan.

Beberapa tujuan utama penutupan ini antara lain memulihkan kondisi flora dan fauna yang terdampak aktivitas wisata, mengurangi tekanan terhadap ekosistem alami, melakukan rehabilitasi dan monitoring lingkungan, dan menjaga kelestarian kawasan untuk jangka panjang.

Langkah ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di Gunung Guntur membutuhkan waktu untuk pulih dari aktivitas manusia.

BACA JUGA: Tips Perawatan Kulit untuk Pendaki Perempuan, Tetap Sehat Meski Terpapar Matahari di Gunung

Selama masa penutupan, pihak pengelola menegaskan bahwa tidak ada aktivitas pendakian, tidak ada wisata alam, serta tidak ada kegiatan apapun di dalam kawasan. Semua bentuk kunjungan dilarang total sampai ada pemberitahuan resmi lanjutan.

Pihak BBKSDA Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan penutupan, tidak memaksakan masuk ke kawasan, dan mendukung upaya pelestarian alam.

Bagi para pendaki, penting untuk selalu mengecek status gunung sebelum melakukan perjalanan agar terhindar dari risiko dan pelanggaran aturan.

Gunung Guntur dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur ekstrem di Jawa Barat. Medannya yang terbuka, panas, dan berpasir sering dijuluki sebagai “Rinjani-nya Jawa Barat”.

Namun, tingginya minat pendaki juga berdampak pada tekanan lingkungan, sehingga penutupan sementara menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

(mc/ril)