
Foto: Kemenparekraf
Mounture.com — Pemerintah resmi mengumumkan stimulus diskon transportasi Lebaran 2026 untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, diskon diberikan untuk berbagai moda transportasi mulai dari pesawat, kapal laut, penyeberangan hingga kereta api.
Total anggaran program ini mencapai Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Langkah ini diharapkan membantu masyarakat yang ingin mudik sekaligus mendorong sektor pariwisata dan konsumsi domestik selama libur Idulfitri.
BACA JUGA: DAMRI Bekasi–Bandara Soekarno-Hatta: Jadwal, Fasilitas, dan Tips Perjalanan
Untuk angkutan udara, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat rute domestik kelas ekonomi sebesar 17–18 persen yang berlaku untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.
Adapun diskon ini menargetkan sebanyak 3,3 juta penumpang. Diskon ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang memilih mudik jarak jauh menggunakan pesawat.
Tak hanya transportasi udara, sektor angkutan laut juga mendapatkan stimulus besar. Untuk penyeberangan, diskon tarif jasa kepelabuhanan 100 persen yang berlaku 12–31 Maret 2026. Targetnya mencapai 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Sementara kapal penumpang, diskon 30 persen dari tarif dasar yang berlaku 11 Maret–5 April 2026 dengan target sebanyak 445.000 penumpang. Kebijakan ini diproyeksikan mendorong arus mudik terutama di jalur laut dan wilayah kepulauan.
Untuk moda perkeretaapian, ada diskon 30 persen, berlaku 14–29 Maret 2026 dengan target sebanya 1,2 juta penumpang. Kereta api diprediksi tetap menjadi pilihan favorit masyarakat karena harga yang lebih terjangkau dan kenyamanan perjalanan.
BACA JUGA: Oakwood Surabaya Hadirkan Valentine Romantis, Imlek Berkelas, hingga Preview Ramadan 2026
Menurut Menko Airlangga, pemerintah menyiapkan anggaran total Rp911,16 miliar untuk program diskon transportasi ini.
“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi,” ujar Airlangga.
Kebijakan ini diharapkan meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.
Selain itu, untuk mendukung kelancaran mobilitas, pemerintah juga memberikan fleksibilitas hari kerja bagi ASN dan pekerja swasta pada 16 Maret, 17 Maret, 25 Maret, 26 Maret, dan 27 Maret. Langkah ini bertujuan mengatur kepadatan arus mudik dan arus balik agar lebih terdistribusi.
Pemerintah mencatat, periode Idulfitri dan Natal-Tahun Baru sebelumnya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Data menunjukkan:
– Mobilitas Idulfitri 2025: 154,62 juta orang
– Mobilitas Nataru: 110,43 juta orang
– Pertumbuhan ekonomi kuartal IV: 5,39 persen
– Kunjungan wisatawan mancanegara Desember: 1,41 juta
– Wisatawan nusantara: 105,98 juta
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,11 persen (year on year). Artinya, peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang terbukti berdampak signifikan terhadap konsumsi dan pariwisata.
(mc/ril)






