Punya Karakter Berbeda, Ini 6 Gunung yang Menjadi Daya Tarik Pendaki di Sumatera

  • 31 October 2026 09:09
Gunung Kerinci

Penampakan Gunung Kerinci- Foto: Instagram/@jelajahkerinci)

Mounture.com — Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak gunung dengan karakteristik dan panorama alam yang beragam. Gunung-gunung tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua.

Salah satu pulau yang memiliki deretan gunung menarik untuk dijelajahi adalah Sumatera. Pulau ini dilintasi Pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari utara hingga selatan, menghadirkan berbagai pilihan destinasi bagi para pencinta kegiatan pendakian.

Setiap gunung menawarkan pengalaman berbeda. Ada yang dikenal karena ketinggiannya, jalur pendakian yang menantang, hingga panorama kawah dan telaga di kawasan puncak.

Berikut enam gunung di Pulau Sumatera yang memiliki daya tarik tersendiri.

1. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini berada di kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

Gunung yang kerap dijuluki Atap Sumatera ini juga menjadi salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Keberadaannya termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati.

Dengan ketinggiannya, pendakian Gunung Kerinci menawarkan tantangan tersendiri bagi para pendaki. Selain medan yang membutuhkan persiapan fisik, kawasan ini juga menyuguhkan panorama alam khas pegunungan Sumatera.

2. Gunung Leuser

Gunung Leuser berada di kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Gunung ini dikenal memiliki jalur pendakian panjang yang membutuhkan waktu perjalanan relatif lama, sehingga lebih menyerupai ekspedisi daripada pendakian singkat.

Berdasarkan informasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), perjalanan menuju kawasan puncak melewati tiga titik puncak, yakni Puncak Leuser, Puncak Loser, dan Puncak Tanpa Nama.

Perjalanan menuju puncak membutuhkan persiapan matang, mulai dari kondisi fisik, perlengkapan, logistik, hingga perencanaan waktu. Selain tantangan pendakiannya, kawasan Gunung Leuser juga dikenal memiliki ekosistem hutan hujan tropis dengan keanekaragaman flora dan fauna.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Andong via Temu Kidul Ditutup, Ini Alasannya

3. Gunung Dempo

Gunung Dempo terletak di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan ketinggian sekitar 3.159 mdpl berdasarkan Atlas Bentanglahan Edisi Sumatera dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Gunung ini menjadi salah satu destinasi pendakian yang dikenal di Sumatera bagian selatan. Kawasan puncaknya memiliki dua bagian yang dikenal sebagai Top Dempo dan Puncak Merapi. Di area tersebut, pendaki juga dapat menjumpai kawah yang menjadi salah satu daya tarik Gunung Dempo.

Gunung Dempo kerap dijuluki sebagai Teras Sumatera karena panorama alam dataran tinggi yang ditawarkannya. Keberadaannya juga menjadi daya tarik wisata alam di Kota Pagar Alam.

Namun, pendaki perlu memperhatikan aktivitas vulkaniknya. Berdasarkan informasi pemantauan Badan Geologi pada 28 Oktober 2026, Gunung Dempo berstatus Level II (Waspada). Pengunjung tidak diperbolehkan mendekati atau berkemah di sekitar pusat aktivitas kawah sesuai radius dan sektor yang ditetapkan dalam rekomendasi resmi.

4. Gunung Marapi

Gunung Marapi berada di wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Gunung api aktif ini memiliki ketinggian sekitar 2.891 mdpl.

Salah satu jalur pendakian yang dikenal berada di kawasan Koto Baru. Namun, keberadaan jalur tersebut tidak serta-merta berarti pendakian dapat dilakukan setiap saat. Aktivitas vulkanik Gunung Marapi perlu menjadi perhatian utama sebelum merencanakan perjalanan.

Berdasarkan informasi Badan Geologi, Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada). Rekomendasi yang disampaikan meminta masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek.

Karena itu, pendaki wajib mengikuti perkembangan aktivitas gunung dan ketentuan terbaru dari pihak berwenang. Jangan memaksakan pendakian apabila jalur belum dinyatakan aman atau masih berada dalam area yang dibatasi.

BACA JUGA: Tarif Porter Gunung Prau Mulai Rp300 Ribu, Ini Rincian Layanannya

5. Gunung Talamau

Gunung Talamau berada di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.982 mdpl.

Salah satu daya tarik Gunung Talamau adalah keberadaan telaga-telaga di kawasan pegunungannya. Panorama telaga yang berada di lingkungan alam pegunungan menjadi pemandangan menarik bagi pendaki yang menjelajahi kawasan tersebut.

Selain itu, Gunung Talamau juga dikenal memiliki Air Terjun Puti Lenggo yang menambah daya tarik wisata alamnya. Perpaduan kawasan hutan, telaga, dan air terjun membuat gunung ini memiliki karakter pendakian yang berbeda dari sejumlah gunung lainnya di Sumatera Barat.

6. Gunung Singgalang

Gunung Singgalang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Gunung ini merupakan bagian dari jajaran Pegunungan Bukit Barisan.

Salah satu daya tarik yang dikenal pendaki adalah Telaga Dewi, sebuah telaga yang berada di kawasan puncak. Keberadaan telaga tersebut menjadi salah satu tujuan perjalanan sekaligus tempat menikmati suasana alam pegunungan.

Kawasan Gunung Singgalang juga memiliki nilai konservasi. Pemerintah Kabupaten Agam pernah menyampaikan informasi dari BKSDA Sumatera Barat mengenai penetapan kawasan Gunung Singgalang dan Tandikek sebagai taman wisata alam.

Dengan suasana hutan dan panorama Telaga Dewi, Gunung Singgalang menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam dan pendakian di Sumatera Barat.

Adapun enam gunung tersebut memperlihatkan beragam karakter alam dan pengalaman pendakian yang dimiliki Pulau Sumatera. Mulai dari Gunung Kerinci sebagai gunung tertinggi di Sumatera, Gunung Leuser dengan jalur ekspedisinya, hingga Gunung Talamau yang memiliki panorama telaga.

Meski demikian, tidak semua gunung dapat didaki setiap saat. Aktivitas vulkanik, kondisi cuaca, potensi bencana, serta kebijakan pengelola kawasan dapat memengaruhi pembukaan jalur pendakian.

Sebelum berangkat, calon pendaki perlu memeriksa informasi terbaru dari pengelola kawasan, Balai Taman Nasional, BKSDA, maupun Badan Geologi. Pastikan jalur pendakian telah dibuka dan kegiatan yang direncanakan tidak melanggar rekomendasi keselamatan.

Persiapan fisik, perlengkapan, logistik, serta kepatuhan terhadap aturan kawasan juga menjadi hal penting agar perjalanan pendakian berlangsung aman dan bertanggung jawab.

(mc/pd)