
Foto: Instagram/@pgl_cemorosewu
Mounture.com — Seluruh jalur pendakian Gunung Lawu ditutup sementara mulai 14 September 2026. Penutupan dilakukan menyusul ditemukannya titik api dan terjadinya kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu yang dinilai masih cukup rawan.
Penutupan tersebut mencakup jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Cetho. Kebijakan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Untuk jalur Cemoro Sewu, penutupan disampaikan Perum Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan, melalui surat Nomor 0477/043.7/LWU/2026 tertanggal 14 September 2026. Surat tersebut ditujukan kepada Asper/KBKPH Lawu Selatan KPH Lawu DS.
Dalam surat tersebut disebutkan, keputusan penutupan diambil setelah ditemukan titik api dan terjadi kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi kawasan masih dinilai cukup rawan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan pendaki.
“Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu di TUTUP SEMENTARA untuk seluruh aktivitas pendakian,” demikian keterangan dalam surat Perhutani.
Penutupan berlaku mulai 14 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Selama penutupan, petugas gabungan bersama tim relawan akan berfokus pada sejumlah kegiatan, antara lain pemadaman api, pemantauan kondisi kawasan, dan penyisiran jalur pendakian.
Perhutani juga mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk tidak melakukan pendakian secara ilegal selama jalur ditutup. Larangan tersebut diberlakukan untuk menghindari risiko keselamatan akibat kondisi kawasan yang masih rawan kebakaran.
BACA JUGA: 7 Pilihan Olahraga Rekreasi untuk Jaga Kebugaran Sambil Liburan
Sementara itu, jalur pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Kandang dan Cetho juga ditutup sementara. Penutupan kedua jalur tersebut diumumkan PUD Aneka Usaha melalui Pengumuman Nomor 039/GL.CK.01/PUD-AU/IX/2026. Keputusan tersebut juga mulai berlaku pada 14 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
PUD Aneka Usaha selaku pengelola wana wisata Puncak Lawu, menyebut penutupan dilakukan karena adanya titik api dan kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu. Kondisi di lapangan yang masih cukup rawan menjadi pertimbangan utama untuk menutup aktivitas pendakian.
Petugas pos registrasi di jalur Cemoro Kandang dan Cetho diminta terus memantau perkembangan titik api. Petugas juga diminta berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak meluas.
Dengan ditutupnya Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Cetho, pendaki untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pendakian melalui ketiga jalur tersebut.
BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Dibuka Kembali 14 September 2026
Kondisi kebakaran hutan di Gunung Lawu membuat aktivitas pendakian memiliki risiko lebih tinggi. Selain ancaman api, kawasan yang sedang dalam penanganan juga membutuhkan ruang bagi petugas dan relawan untuk melakukan pemadaman serta pemantauan.
Karena itu, calon pendaki yang telah memiliki rencana mendaki Gunung Lawu disarankan menunda perjalanan sampai terdapat pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali jalur.
Pendaki juga perlu memastikan informasi terbaru dari pengelola jalur sebelum melakukan perjalanan. Pembukaan kembali jalur akan menunggu hasil pemantauan kondisi kawasan dan pertimbangan keselamatan.
Penutupan sementara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian tidak hanya bergantung pada kondisi jalur, tetapi juga situasi lingkungan di kawasan gunung. Ketika terjadi kebakaran hutan, keselamatan pendaki, petugas, relawan, serta upaya penanganan kebakaran menjadi prioritas.
Untuk sementara, jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Cetho ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
(mc/mg)





