Mengenal Jalur Gunung Kawinajang: 25 Km Mengelilingi Kaldera Purba

Gunung Kawinajang

Foto: Instagram/@cculiidd

Mounture.com — Kabar menarik bagi para pencinta pendakian dan petualangan alam. Sebab, jalur Lingkar Kaldera Purba Gunung Kawinajang yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini dapat dipesan secara online sejak 16 Agustus 2026.

Dengan ketinggian puncak mencapai 2.651 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan jarak total sekitar 25 kilometer, jalur ini menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan kaldera purba dengan karakter medan yang cukup beragam.

Pendaki akan melewati hutan belantara, punggungan, padang luas, hingga sejumlah lokasi yang menjadi bagian penting dari perjalanan, termasuk Hutan Belantara Ngadirenggo Lalijiwo dan Padang Penyesalan.

Jalur Lingkar Kaldera Purba Gunung Kawinajang memiliki karakter perjalanan yang berbeda dari pendakian gunung pada umumnya karena rutenya membentuk lintasan yang mengelilingi kawasan kaldera purba.

Berikut informasi dasar pendakian:

– Puncak: 2.651 mdpl
– Jarak total: sekitar 25 km
– Status tiket online: tersedia mulai 16 Agustus 2026
– Tiket: melalui Super App Pendakian “tiketpendakian”
– Platform: Google Play dan versi web untuk pengguna iOS

Dengan jarak sekitar 25 kilometer, pendaki perlu mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan dengan baik sebelum menjajal jalur ini.

BACA JUGA: Merah Putih Berkibar di Tengah Kabut Taman Hidup Gunung Argopuro

Perjalanan dimulai dari Pos Parkiran Dusun Sumantoro. Dari titik tersebut, pendaki menuju Pos 1 dengan melewati kawasan hutan produksi.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju punggungan utara. Jalur kemudian mengarah turun melalui punggungan selatan hingga menuju Pos 11 di petilasan Cungkup.

Dari Pos 11, pendaki kemudian diarahkan kembali menuju pos parkiran melalui jalur yang telah ditentukan.

Secara umum, rutenya adalah Pos Parkiran Dusun Sumantoro – Pos 1 – Punggungan Utara – Punggungan Selatan – Pos 11 Petilasan Cungkup – Pos Parkiran.

Terdapat jalur khusus di punggungan sisi selatan yang melewati Puncak Kawinajang 2 dengan ketinggian sekitar 2.650 mdpl. Jalur ini juga melewati kawasan Padang Penyesalan dan direkomendasikan sebagai jalur turunan.

Pendaki perlu memperhatikan arahan pengelola agar perjalanan tetap sesuai dengan ketentuan jalur yang berlaku.

Jalur Gunung Kawinajang dapat digunakan untuk beberapa konsep perjalanan, mulai dari pendakian dengan bermalam hingga perjalanan tektok dan trail run.

Untuk pendakian umum, waktu mulai yang direkomendasikan adalah pagi hingga siang, sekitar 07.00 WIB. Pendaki dapat melanjutkan perjalanan dan melakukan camping di kawasan puncak.

Sementara untuk tektok atau trail run, pendaki disarankan memulai perjalanan lebih awal, sekitar 22.00 WIB.

Ada satu aturan waktu yang wajib diperhatikan. Seluruh pendaki, baik camp, tektok maupun trail run, harus sudah mulai turun dari puncak paling lambat pukul 08.00 WIB. Aturan ini penting untuk diperhatikan ketika menyusun estimasi waktu perjalanan.

Pendaki juga perlu mengetahui adanya perubahan pada salah satu bagian jalur. Jalur turun setelah Pos 11 menuju Pos 12 di Air Terjun Watu Gedek ditutup. Karena itu, pendaki dari Pos 11 akan langsung diarahkan menuju pos evakuasi.

Pos tersebut menjadi titik pertemuan antara jalur punggungan utara dan punggungan selatan. Informasi ini penting agar pendaki tidak salah mengambil arah ketika berada di sekitar Pos 11.

BACA JUGA: Mau Pakai Porter Saat Mendaki Gunung Sumbing? Ini Daftar Tarifnya

Untuk membantu akses dan kebutuhan pendaki, tersedia layanan ojek warga lokal atau ojek warlok dari Pos Parkiran menuju Pos 1. Jaraknya sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Tarif yang dikenakan sebesar Rp50.000.

Selain itu, tersedia pula ojek evakuasi apabila dibutuhkan. Layanan ini berada di sekitar Pos 10 Hutan Bambu. Titik penjemputan berada sekitar 150 meter setelah pendaki menyeberangi hulu Sungai Lekso, kemudian menuju pos parkiran motor di Dusun Sumantoro.

Tarif ojek evakuasi ditetapkan sebesar Rp100.000 per orang.

Lalu, apa yang membuat Gunung Kawinajang menarik untuk dijajal? Sesuai namanya, jalur ini menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan kaldera purba dengan lanskap yang beragam.

Pendaki tidak hanya berhadapan dengan jalur menanjak, tetapi juga akan menemukan karakter medan berupa hutan belantara, punggungan, padang terbuka, serta panorama alam.

Salah satu bagian yang menarik adalah kawasan Hutan Belantara Ngadirenggo Lalijiwo. Karakter hutannya memberikan nuansa petualangan yang lebih kuat sepanjang perjalanan.

Selain itu, keberadaan Padang Penyesalan menjadi salah satu lokasi yang patut diperhatikan dalam perjalanan, khususnya ketika pendaki melewati jalur punggungan sisi selatan.

Dengan jarak sekitar 25 kilometer, jalur ini bisa menjadi pilihan bagi pendaki yang mencari pengalaman lebih panjang dan menantang dibandingkan sekadar mengejar puncak.

(mc/mg)