LP-190 SEJATI Bangun Perpustakaan hingga Fasilitas Sanitasi di Sekolah Gajahwong

  • 17 August 2026 10:11

LP-190 SEJATI

Mounture.com — Komunitas relawan LP-190 SEJATI kembali menghadirkan aksi sosial melalui WOW-DAY 2: “Satu Langkah, Sejuta Mimpi” di Sekolah Gajahwong, Kampung Komunitas Ledhok Timoho, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LP-190 SEJATI dalam memberikan ruang ekspresi, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, sekaligus membangun sarana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dari keluarga pemulung dan pekerja sektor informal di kawasan bantaran Sungai Gajahwong.

Berbeda dengan kegiatan sosial yang hanya berorientasi pada bantuan sesaat, WOW-DAY 2 membawa konsep “Legacy”, yakni meninggalkan manfaat fisik dan sosial yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, LP-190 SEJATI menyerahkan sejumlah bantuan infrastruktur untuk mendukung aktivitas pendidikan di Sekolah Gajahwong.

Bantuan yang diberikan meliputi penataan kembali ruang belajar, pembangunan perpustakaan mini, penyediaan fasilitas sanitasi dan Mandi Cuci Kakus (MCK), pembangunan saluran air bersih, hingga pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak setempat.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung kebutuhan dasar anak-anak dan masyarakat di sekitar kawasan Ledhok Timoho.

BACA JUGA: Dari Stasiun ke Basecamp: Panduan Naik Gunung Pakai Kereta di Jawa

WOW-DAY 2 tidak hanya diisi dengan kegiatan pembangunan fasilitas. Rangkaian acara juga menghadirkan aktivitas yang melibatkan komunitas dan anak-anak di Sekolah Gajahwong.

Salah satunya adalah aksi bersih Sungai Gajahwong bersama komunitas Free Dive Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sungai sekaligus lingkungan sekitar.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik akustik edukatif dari Syifa Ardianti Ishaputri, seorang musisi tunanetra.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi serah terima infrastruktur fisik secara simbolis sebagai bentuk komitmen LP-190 SEJATI dalam menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain aksi sosial, WOW-DAY 2 juga membawa gagasan impactful tourism atau wisata berdampak.

Melalui konsep tersebut, LP-190 SEJATI mendorong Sekolah Gajahwong dan kawasan Ledhok Timoho menjadi salah satu pilihan destinasi alternatif di Yogyakarta yang menawarkan pengalaman wisata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Wisatawan tidak hanya diajak menikmati destinasi dan aktivitas rekreasi, tetapi juga dapat berkontribusi melalui kegiatan berbagi ilmu, inspirasi, maupun interaksi bersama anak-anak di Sekolah Gajahwong.

Konsep ini membuka peluang bagi wisatawan untuk mengisi waktu akhir pekan dengan aktivitas yang lebih bermakna, sekaligus mengenal kehidupan komunitas masyarakat di kawasan bantaran Sungai Gajahwong.

BACA JUGA: Resort Baru Mövenpick di Bintan, Pilihan Liburan Keluarga hingga MICE

Sekolah Gajahwong merupakan lembaga pendidikan gratis berbasis komunitas yang berdiri sejak 2009 di kawasan bantaran Sungai Gajahwong, Kampung Ledhok Timoho, Yogyakarta.

Sekolah tersebut didampingi Tim Advokasi Arus Bawah (TAABAH) dan memiliki fokus pada penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga marjinal.

Selain pendidikan, Sekolah Gajahwong juga memfasilitasi pembelajaran berbasis seni dan kreativitas serta membantu keluarga marjinal dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Keberadaan sekolah ini menjadi salah satu ruang penting bagi anak-anak di kawasan tersebut untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensi diri.

LP-190 SEJATI merupakan gerakan kepemimpinan sosial yang beranggotakan para lulusan Leadership Program AsiaWorks Indonesia.

Komunitas tersebut memiliki komitmen untuk membangun legacy atau warisan manfaat yang berkelanjutan melalui berbagai program sosial, khususnya di bidang pendidikan dan lingkungan.

Melalui WOW-DAY 2, semangat tersebut diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan berbagi dan pemberdayaan, tetapi juga dengan menghadirkan infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa aksi sosial dapat dikembangkan lebih jauh dari sekadar pemberian bantuan. Dengan melibatkan masyarakat, komunitas, dan wisatawan, kegiatan sosial juga dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan pendidikan, lingkungan, dan pariwisata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.

(mc/pd)