Tebing Danau Kelimutu Longsor, Taman Nasional Pastikan Wisata Tetap Dibuka

Gunung Kelimutu (dok. Facebook/Taman Nasional Kelimutu)

Mounture.com — Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu memastikan kawasan wisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tetap dibuka untuk kunjungan meski sempat terjadi longsor pada tebing pembatas dua kawah pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kepastian tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi Balai TN Kelimutu Nomor PG.1/T.40/TU/KSA.02.01/B/08/2026 yang diterbitkan pada 5 Agustus 2026.

Dalam pengumuman itu dijelaskan, longsoran terjadi pada dinding Kawah I (Tiwu Ata Polo) dan Kawah II (Tiwu Nuamuri Ko’o Fai) sekitar pukul 08.00 WITA. Peristiwa tersebut pertama kali terekam oleh kamera milik pengunjung dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Balai TN Kelimutu bersama Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Kelimutu langsung melakukan pemeriksaan lapangan serta pemantauan kondisi kawasan.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa longsoran memang terjadi pada dinding pembatas antara Kawah I dan Kawah II.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, pencocokan data seismik, serta Laporan Khusus Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor 1326.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 5 Agustus 2026, longsor diduga dipicu oleh proses pelapukan batuan dan munculnya rekahan yang menyebabkan dinding tebing menjadi tidak stabil.

BACA JUGA: Mau Traveling? Perhatikan 4 Hal Ini Saat Membaca Catatan Perjalanan

Balai TN Kelimutu menegaskan bahwa hasil pemantauan bersama PPGA Kelimutu tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik setelah kejadian longsor.

Status Gunung Api Kelimutu hingga saat ini masih berada pada Level I (Normal) sehingga tidak ada penutupan maupun pembatasan kunjungan wisata.

Meski demikian, pengelola kawasan tetap mengimbau seluruh wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan Danau Kelimutu.

Balai TN Kelimutu mengingatkan seluruh pengunjung untuk mematuhi aturan keselamatan demi menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi di sekitar kawah.

Beberapa imbauan yang disampaikan antara lain:

– Membatasi aktivitas di sekitar bibir kawah.
– Tidak melewati pagar pembatas yang telah disediakan.
– Tidak mendekati area danau kawah maupun lokasi keluarnya gas.
– Tidak bermalam di kawasan kawah.
– Menggunakan masker apabila tercium bau belerang atau terdapat potensi paparan gas di sekitar danau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya gas beracun maupun kemungkinan terjadinya erupsi freatik, khususnya dari Kawah II (Tiwu Nuamuri Ko’o Fai).

BACA JUGA: Gunung Slamet Dilanda Suhu Ekstrem, Jangan Nekat Summit Tanpa Persiapan

Balai TN Kelimutu memastikan pemantauan terhadap kondisi tebing dan aktivitas Gunung Kelimutu akan terus dilakukan bersama Pos Pemantauan Gunung Api Kelimutu.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Balai Taman Nasional Kelimutu maupun Badan Geologi Kementerian ESDM serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

(mc/pd)