
Penampakan Gunung Kerinci- Foto: Instagram/@jelajahkerinci)
Mounture.com — Jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan resmi dibuka setelah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan wisata alam pendakian.
Pembukaan jalur baru ini menambah pilihan akses menuju puncak Gunung Kerinci. Sebelumnya, pendaki hanya dapat mendaki melalui jalur Kersik Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi yang sudah lebih dulu populer.
Dengan adanya kerja sama tersebut, kini pendaki memiliki dua jalur resmi untuk mencapai puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl), yaitu Jalur Kersik Tuo, Kayu Aro (Jambi), dan Jalur Solok Selatan (Sumatera Barat).
Kepala Seksi BB TNKS Kerinci, David, membenarkan bahwa jalur Solok Selatan telah resmi menjadi jalur alternatif pendakian Gunung Kerinci.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa jalur baru ini memiliki karakter yang berbeda karena membutuhkan waktu tempuh lebih lama dibandingkan jalur Kersik Tuo.
“Biasanya pendakian lewat Solok Selatan 4 hari 3 malam. Kalau lewat Kersik Tuo 2 hari 1 malam,” ungkapnya dikutip dari laman Jambi Ekspres.
Ia menambahkan bahwa kedua jalur nantinya akan bertemu di Tugu Yuda, salah satu titik yang dikenal pendaki di jalur Gunung Kerinci.
BACA JUGA: Catat! Ini Aturan Pendakian Tektok Gunung Sumbing via Banaran Terbaru
Berbeda dengan jalur Kersik Tuo yang menjadi favorit karena lebih singkat, jalur Solok Selatan menawarkan perjalanan yang lebih panjang dengan estimasi pendakian selama 4 hari 3 malam.
Sementara melalui jalur Kersik Tuo, pendakian umumnya dapat diselesaikan dalam 2 hari 1 malam, tergantung kondisi fisik pendaki dan cuaca.
Kehadiran jalur baru ini diharapkan menjadi alternatif bagi pendaki yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat mendaki gunung tertinggi di Sumatera.
Perjanjian kerja sama antara Pemkab Solok Selatan dan BB TNKS mencakup pengembangan kawasan wisata alam seluas 55 hektare yang berada di zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, dan sebagian zona rimba Taman Nasional Kerinci Seblat.
Kawasan tersebut berada di wilayah Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
Perjanjian kerja sama berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
BACA JUGA: Sejarah Taman Nasional Gunung Merbabu: Perjalanan Panjang hingga Menjadi Kawasan Konservasi
Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengatakan pembukaan jalur pendakian baru bukan hanya bertujuan menambah akses menuju puncak Gunung Kerinci, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, pengembangan wisata pendakian akan membuka berbagai peluang usaha bagi warga.
Beberapa sektor yang diperkirakan akan berkembang antara lain jasa pemandu pendakian (guide), porter, homestay, kuliner, transportasi lokal, serta UMKM.
Selain itu, kedua pihak juga akan meningkatkan kualitas jalur pendakian, membangun sarana dan prasarana pendukung, memperkuat promosi wisata, serta memberdayakan masyarakat sekitar kawasan.
Seluruh pengembangan tetap mengedepankan prinsip konservasi agar kelestarian ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat tetap terjaga.
Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menyandang status sebagai gunung tertinggi di Pulau Sumatera.
Gunung ini juga termasuk dalam daftar Seven Summits Indonesia, sehingga menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki dari berbagai daerah.
Dengan dibukanya jalur pendakian via Solok Selatan, pendaki kini memiliki alternatif baru untuk mencapai puncak Gunung Kerinci sekaligus menikmati lanskap dan pengalaman pendakian yang berbeda dibandingkan jalur Kersik Tuo.
(mc/ril)





