Gunung Slamet Dibuka Kembali Mulai 10 Juni 2026, Simak Aturannya

Mounture.com — Kabar baik bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Jalur pendakian Gunung Slamet resmi dibuka kembali untuk aktivitas pendakian mulai 10 Juni 2026 setelah sebelumnya ditutup karena peningkatan aktivitas vulkanik.

Meski demikian, para pendaki tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena status aktivitas Gunung Slamet masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan pemantauan otoritas terkait.

Pembukaan jalur pendakian ini memberikan kesempatan bagi para pendaki untuk kembali menikmati keindahan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut dengan tetap mematuhi seluruh aturan keselamatan yang telah ditetapkan.

Meskipun jalur pendakian kembali dibuka, pendaki wajib mematuhi rekomendasi dari Badan Geologi terkait aktivitas Gunung Slamet yang masih berada pada Level II atau Waspada.

Beberapa ketentuan penting yang harus diperhatikan antara lain tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet, tidak melakukan pendakian hingga mencapai area kawah, selalu mengikuti arahan petugas lapangan dan pengelola jalur pendakian, dan memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung.

Aturan tersebut diterapkan demi mengurangi risiko yang dapat membahayakan keselamatan pendaki selama berada di kawasan Gunung Slamet.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Sindoro via Ndoro Arum Ditutup Sementara 11-15 Juni 2026, Ini Alasannya

Mulai 10 Juni 2026, beberapa jalur resmi yang tergabung dalam Jalur Lingkar Gunung Slamet kembali menerima pendaki. Adapun basecamp resmi yang kembali beroperasi meliputi:

1. Jalur Bambangan, Purbalingga

Jalur Bambangan merupakan jalur pendakian paling populer menuju puncak Gunung Slamet. Jalur ini dikenal memiliki akses yang relatif mudah dijangkau dan fasilitas basecamp yang cukup lengkap.

2. Jalur Gunung Malang, Purbalingga

Jalur Gunung Malang menjadi alternatif bagi pendaki yang ingin menikmati suasana pendakian yang lebih tenang dengan karakter medan yang berbeda dibandingkan jalur Bambangan.

3. Jalur Permadi Guci, Tegal

Berlokasi di kawasan wisata Guci, jalur Permadi menawarkan pengalaman pendakian dari sisi utara Gunung Slamet dengan pemandangan hutan pegunungan yang masih alami.

BACA JUGA: Fenomena Bediding Kembali Terjadi, Ini Penyebab Udara Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau

Pengelola Jalur Lingkar Gunung Slamet mengingatkan seluruh pendaki untuk mematuhi lima poin utama sebelum melakukan pendakian.

1. Patuhi Seluruh Peraturan

Pendaki wajib mengikuti aturan dan himbauan yang berlaku di setiap basecamp maupun sepanjang jalur pendakian.

2. Persiapkan Kondisi Fisik dan Mental

Mendaki Gunung Slamet membutuhkan stamina yang baik karena jalurnya dikenal cukup panjang dan menantang. Pastikan kondisi tubuh sehat sebelum berangkat.

3. Lengkapi Peralatan Pendakian

Bawa perlengkapan standar pendakian seperti jaket, sleeping bag, headlamp, jas hujan, logistik, serta perlengkapan darurat sesuai kebutuhan.

4. Jaga Kelestarian Alam

Setiap pendaki wajib menerapkan prinsip Leave No Trace dengan membawa turun kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

5. Utamakan Keselamatan

Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama pendakian. Jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca memburuk atau tubuh tidak dalam kondisi prima.

Dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Slamet menjadi kabar yang ditunggu banyak pendaki. Namun, kondisi gunung yang masih berstatus Level II (Waspada) mengharuskan seluruh pengunjung lebih disiplin dalam mematuhi aturan yang berlaku.

Dengan persiapan yang matang, perlengkapan yang memadai, serta kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, pendakian Gunung Slamet dapat menjadi pengalaman yang aman sekaligus menyenangkan.

Selamat mendaki, jaga alam, hormati sesama pendaki, dan utamakan keselamatan dalam setiap langkah perjalanan.

(mc/ril)