Destinasi Wisata Gunung Dempo Ditutup Sementara, Pengelola Sebut Terkendala Regulasi dan Perizinan

Wisata Gunung Dempo

Foto: okocenews.com

Mounture.com — Gunung Dempo kembali menjadi sorotan setelah pengelola desa wisata di kawasan tersebut mengumumkan penutupan sementara destinasi wisata yang berada di kaki gunung tertinggi di Sumatera Selatan itu.

Melalui pernyataan resminya, pengelola menyampaikan bahwa keputusan penutupan sementara dilakukan dengan penuh pertimbangan dan rasa haru.

Langkah tersebut diambil bukan karena keinginan pengelola, melainkan akibat adanya kendala regulasi dan perizinan yang memengaruhi keberlangsungan pengelolaan wisata.

Selama ini, pengembangan wisata di kawasan Gunung Dempo dilakukan melalui konsep wisata berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat lokal.

Pengelola desa wisata bersama PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 disebut telah berupaya menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mampu memberdayakan warga sekitar secara ekonomi dan sosial.

“Kawasan ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang kenangan dan bagian dari kehidupan masyarakat,” tulis pengelola dalam keterangannya.

BACA JUGA: 10 Mitigasi Bencana Gunung Meletus yang Wajib Diketahui, Bisa Selamatkan Banyak Nyawa

Sebagai salah satu ikon wisata alam di Sumatera Selatan, kawasan Gunung Dempo selama beberapa tahun terakhir semakin dikenal wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keindahan perkebunan teh, panorama pegunungan, udara sejuk, hingga aktivitas wisata alam menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Pagar Alam.

Pengelola juga menyebut bahwa potensi wisata Gunung Dempo terus diperjuangkan agar mendapat perhatian lebih luas di tingkat nasional melalui dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Penutupan sementara destinasi wisata di kawasan Gunung Dempo disebut dilakukan demi kebaikan bersama dan keberlanjutan pengelolaan wisata ke depan.

BACA JUGA: Taman Safari Indonesia Siap Ikut Lelang Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

Pengelola turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan wisata di kawasan tersebut, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, PT Perkebunan Nusantara I Regional 7, serta Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam.

Selain itu, masyarakat sekitar diharapkan tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan potensi wisata Gunung Dempo di masa mendatang.

Bagi masyarakat setempat, Gunung Dempo tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai identitas dan warisan yang memiliki nilai penting untuk dijaga bersama.

Karena itu, pengelola berharap proses penataan dan penyelesaian persoalan regulasi dapat segera menemukan jalan keluar agar aktivitas wisata dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

(mc/pd)