
Foto: KAI
Mounture.com — Menyambut libur panjang akhir pekan pada 1–3 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoptimalkan layanan LRT Jabodebek dengan mengoperasikan 270 perjalanan per hari.
Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode long weekend, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang efisien dan terintegrasi.
Dengan jaringan yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di wilayah Jabodebek, LRT Jabodebek menjadi pilihan mobilitas yang praktis untuk menjangkau pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga destinasi rekreasi.
Tak hanya itu, LRT Jabodebek juga telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti KRL Commuter Line, Kereta Bandara, Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, dan layanan feeder lainnya.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa momentum libur panjang menjadi peluang bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.
“LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas di tengah meningkatnya aktivitas selama libur panjang. Dengan konektivitas antarmoda dan jangkauan ke berbagai pusat aktivitas, kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan lebih praktis, tepat waktu, dan nyaman tanpa bergantung pada kendaraan pribadi,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Tiket Wisata Spekta Merbabu 2026, Camping dan Glamping Seru di Lereng Gunung
Selain frekuensi perjalanan yang tinggi, LRT Jabodebek juga menawarkan tarif terjangkau dengan tarif maksimal Rp10.000, menjadikannya pilihan ekonomis bagi masyarakat selama libur panjang.
KAI memastikan kesiapan operasional melalui pengawasan terintegrasi serta dukungan petugas di lapangan untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna.
Melalui layanan yang andal, terhubung, dan terjangkau, PT Kereta Api Indonesia mengajak masyarakat menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan utama transportasi selama long weekend, sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
(mc/ril)





