Evakuasi Medis Darurat di Sumba Berhasil, Misi Perdana Helikopter SAR FINNS Jadi Sorotan

Helikopter SAR FINNS

Mounture.com — Operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Pulau Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SAR) SGI yang didukung oleh FINNS.

Insiden terjadi pada Minggu malam ketika dua wisatawan internasional mengalami kecelakaan serius di area terpencil pulau tersebut. Salah satu korban dilaporkan mengalami trauma kepala, sementara korban lainnya menderita patah tulang kaki.

Dengan terbatasnya akses terhadap fasilitas medis darurat di lokasi, pihak resort setempat akhirnya menghubungi tim SAR pada Senin. Dalam waktu kurang dari satu jam sejak permintaan diterima, helikopter FINNS Search & Rescue langsung diberangkatkan dari Bali.

Tim evakuasi terdiri dari dua pilot, load master, teknisi, serta dokter darurat dari Nusa Medica.

Namun, misi sempat terkendala aturan pembatasan penerbangan malam di Indonesia. Tim harus melakukan transit di Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumba pada keesokan harinya.

BACA JUGA: 3 Wisata Hits di Malang: Skyland, Sate Gebug Legendaris, hingga Lembah Indah

Operasi ini melibatkan beberapa titik evakuasi, termasuk pendaratan di lapangan sepak bola dekat rumah sakit regional. Setelah itu, tim melanjutkan misi ke lokasi resort di pesisir untuk mengevakuasi korban kedua.

Kedua pasien berhasil distabilisasi sebelum diterbangkan kembali melalui Bima untuk pengisian bahan bakar, lalu melanjutkan perjalanan ke Bali. Setibanya di sana, korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju BIMC Hospital Nusa Dua untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Perwakilan FINNS menyebut bahwa misi ini menunjukkan pentingnya kecepatan respons dalam kondisi darurat, terutama di wilayah terpencil Indonesia.

“Inilah alasan utama fasilitas ini dibangun. Di wilayah terpencil, akses terhadap layanan medis darurat tidak selalu cepat, dan waktu menjadi faktor yang sangat krusial,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan SGI menegaskan bahwa operasi ini sangat sensitif terhadap waktu, dengan tantangan medan dan keterbatasan infrastruktur.

“Fokus utama kami adalah memastikan pasien mendapatkan penanganan secepat dan seaman mungkin. Tanpa respons cepat, kondisi seperti ini bisa berdampak fatal,” jelasnya.

BACA JUGA: Sampah Berserakan di Gunung Anak Dara, Pengelola Berlakukan Denda dan Sistem Cek Barang

Keberhasilan misi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem tanggap darurat di Indonesia, khususnya di destinasi wisata terpencil yang kini semakin diminati.

Seiring meningkatnya popularitas destinasi seperti Sumba, kebutuhan akan layanan evakuasi medis yang cepat dan profesional menjadi semakin mendesak.

Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi BASARNAS melalui hotline 115.

(mc/ril)