4 Cara Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung yang Wajib Diketahui Pendaki

Penanganan Hipotermia

Mounture.com — Kasus pendaki gunung yang meninggal dunia akibat hipotermia masih kerap terjadi di berbagai jalur pendakian. Kondisi ini sering menjadi penyebab utama kecelakaan di gunung, terutama ketika pendaki tidak memahami gejala maupun cara pencegahannya.

Secara medis, Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu inti tubuh manusia turun jauh di bawah batas normal. Hal ini membuat tubuh kesulitan mempertahankan suhu panasnya sendiri, sehingga fungsi tubuh dapat menurun secara drastis.

Kondisi tersebut sangat rentan terjadi pada pendaki yang terlalu lama berada di lingkungan dingin, terkena angin kencang, atau dalam kondisi pakaian basah saat berada di gunung.

Pada tahap awal, tubuh biasanya akan menggigil hebat sebagai respons alami untuk menghangatkan diri. Setelah itu, tubuh mulai kehilangan energi secara bertahap.

Jika kondisi terus berlanjut, penderita dapat mengalami kelelahan ekstrem hingga kehilangan kesadaran. Pada tahap kritis, hipotermia bahkan bisa berujung pada kematian apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, penting bagi para pendaki untuk mengetahui cara mencegah hipotermia saat mendaki gunung. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

BACA JUGA: 5 Latihan Fisik Sebelum Mendaki Gunung agar Stamina Kuat dan Tidak Mudah Lelah

1. Hindari Tubuh dalam Kondisi Basah

Salah satu pemicu utama hipotermia adalah tubuh yang basah terlalu lama, baik akibat hujan maupun keringat yang tidak segera diganti.

Jika pakaian sudah basah, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk mengganti dengan pakaian kering. Hal ini penting untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

2. Hindari Paparan Angin Dingin Terlalu Lama

Cuaca di gunung biasanya jauh lebih ekstrem dibandingkan di perkotaan. Angin kencang dapat membuat suhu tubuh turun lebih cepat.

Jika berada di area yang terlalu berangin, sebaiknya segera mencari tempat yang lebih terlindung, seperti di balik tebing, pepohonan, atau memasang tenda.

3. Pastikan Tubuh Tidak Dehidrasi

Banyak pendaki tidak menyadari bahwa dehidrasi juga bisa memicu hipotermia. Ketika tubuh kekurangan cairan, kemampuan tubuh dalam menjaga suhu akan menurun.

Karena itu, pastikan tetap minum air yang cukup selama pendakian meskipun tidak merasa haus.

4. Gunakan Pakaian Hangat Berlapis

Cara paling efektif untuk mencegah hipotermia adalah memberikan isolasi panas yang cukup pada tubuh.

Gunakan sistem pakaian berlapis (layering) seperti jaket gunung, sarung tangan, kupluk, serta pakaian thermal agar tubuh tetap hangat meski berada di suhu rendah.

Dengan persiapan yang tepat, risiko hipotermia saat mendaki gunung bisa diminimalkan sehingga aktivitas pendakian tetap aman dan menyenangkan.

(mc/ns)