Cek Daftarnya, Sejumlah Wisata Alam dan Jalur Pendakian Tutup pada Maret 2026

Danau Segara Anak Rinjani

Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Sejumlah kawasan wisata alam dan jalur pendakian di Indonesia diketahui ditutup sementara selama Maret 2026. Penutupan ini dilakukan oleh pengelola taman nasional maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan berbagai alasan.

Mulai dari perayaan hari raya, kondisi cuaca ekstrem, aktivitas gunung, hingga pemulihan ekosistem menjadi faktor utama ditutupnya beberapa destinasi wisata alam tersebut.

Bagi wisatawan maupun pendaki yang berencana melakukan aktivitas alam bebas pada periode ini, penting untuk mengetahui daftar lokasi yang ditutup sementara agar rencana perjalanan tidak terganggu.

Beberapa kawasan taman nasional yang mengalami penutupan sementara pada Maret 2026 antara lain Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang masih menuup kegiatan pendakian Gunung Semeru.

Lalu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang masih menutup kegiatan pendakian Gunung Gede Pangrango hingga 12 April 2026.

Kemudian Gunung Rinjani, yang masih menutup seluruh jalur pendakian sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional.

Lalu Taman Nasional Gunung Halimun Salak, beberapa jalur pendakian seperti Cimalati, Cidahu, Pasir Reungit, dan Ajisaka ditutup hingga 31 Maret 2026. Penutupan dilakukan karena cuaca ekstrem dan perbaikan ekosistem kawasan.

Pendakian Gunung Tambora juga ditutup cukup lama, yakni sejak 24 Desember 2025 hingga 30 April 2026 karena aktivitas gunung dan faktor keselamatan.

BACA JUGA: Praktis untuk Pendaki: 7 Gunung di Jawa yang Bisa Dijangkau dari Stasiun Kereta

Meski beberapa lokasi ditutup sementara, masih banyak kawasan wisata alam yang tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan pada Maret 2026.

Beberapa di antaranya seperti Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Bunaken, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Karimunjawa, Taman Nasional Gunung Merbabu, hingga Taman Nasional Baluran.

Selain itu, berbagai taman wisata alam yang dikelola BKSDA di sejumlah daerah juga masih menerima kunjungan wisatawan.

Wisatawan dan pendaki disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru terkait status buka atau tutup kawasan wisata alam sebelum berangkat.

Pasalnya, kebijakan penutupan bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi alam, aktivitas gunung, maupun kebijakan pengelola kawasan konservasi.

Dengan mengetahui daftar wisata alam dan jalur pendakian yang tutup pada Maret 2026, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

(mc/pd)