Kinerja Pariwisata 2025 Lampaui Target, Kontribusi Capai Rp1.143 Triliun dan Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja

Mounture.com — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 yang berhasil melampaui target utama sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, akhir pekan lalu, Menpar menegaskan bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada di jalur yang tepat.

“Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat,” ujar Widiyanti.

Seluruh target utama tercapai bahkan melampaui rencana, dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan citra Indonesia di tingkat global.

BACA JUGA: Bali Makin Ramai, Wisata Tak Lagi Soal Pantai tapi Pengalaman Lokal yang Autentik

Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11 persen dengan nilai PDB sekitar Rp23.821 triliun, sektor pariwisata mencatat kontribusi langsung sebesar 3,97 persen.

Jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor terkait, total kontribusi pariwisata dapat mencapai 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.

Pariwisata menggerakkan ekonomi melalui empat lapangan usaha utama, dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai tulang punggung aktivitas wisata.

Sepanjang 2025, lapangan usaha ini tumbuh 7,41 persen dan memberikan kontribusi 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Selain itu, tiga sektor lain yang berkaitan erat dengan pariwisata juga mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu jasa lainnya tumbuh 9,93 persen, lalu jasa perusahaan tumbuh 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78 persen.

“Dengan fondasi ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat,” kata Menpar.

Tak hanya sebagai penggerak ekonomi, sektor pariwisata juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, meningkat 3,64 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,01 juta tenaga kerja.

Lapangan kerja tersebut tersebar di berbagai sektor pendukung, mulai dari UMKM, penyelenggara event, kebersihan dan keamanan, pemasaran, dan layanan digital.

“Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif bagi masyarakat,” ujar Menpar.

BACA JUGA: Puncak B29 Lumajang, Negeri di Atas Awan dengan Panorama Bromo dan Semeru

Dari sisi penguatan destinasi dan ekonomi daerah, Kementerian Pariwisata terus mengoptimalkan program Karisma Event Nusantara (KEN).

Sepanjang 2025, terdapat 99 event terselenggara. Pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi di 38 provinsi.

Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, event tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga pengungkit ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja sementara maupun berkelanjutan, serta memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata daerah.

“Program ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Wamenpar.

Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 15,39 juta kunjungan, melampaui target RKP 2025.

Rata-rata pengeluaran per kedatangan (average spending per arrival/ASPA) mencapai 1.267 dolar AS.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan, melampaui target RKP sebesar 1,08 miliar perjalanan dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat 9,17 juta perjalanan.

Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta sepanjang 2025, tumbuh 25,93 persen dibandingkan 2024.

“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” ujar Wamenpar.

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan 16–17,6 juta kunjungan wisman, 1,18 miliar perjalanan wisnus. Strategi pencapaian target difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, dan promosi berbasis pasar.

Menpar Widiyanti menegaskan, pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh berkelanjutan dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru tanah air,” tutupnya.

(mc/ril)