
Mounture.com — Mendaki saat bulan Ramadan bukan halangan bagi para pecinta alam. Selama dilakukan dengan persiapan matang, pendakian tektok saat puasa tetap bisa menjadi pengalaman menyenangkan dan penuh makna.
Sistem tektok (naik–turun di hari yang sama) justru menjadi pilihan ideal karena lebih ringan dan tidak menguras energi seperti pendakian bermalam.
Berikut panduan lengkap dan tips mendaki tektok saat puasa agar tetap aman, kuat, dan nyaman hingga kembali ke titik awal.
1. Pilih Gunung dengan Trek Ramah dan Durasi Pendek
Saat berpuasa, sebaiknya pilih gunung dengan estimasi naik 2–4 jam, jalur jelas dan tidak teknis, dan ketinggian tidak ekstrem. Contohnya seperti Bukit Budug Asu, Gunung Andong, atau Gunung Prau via jalur terpendek.
Hindari gunung dengan elevasi panjang dan paparan panas berlebih jika kondisi fisik belum optimal.
2. Berangkat Lebih Pagi
Waktu terbaik mendaki saat puasa adalah setelah Subuh hingga maksimal pukul 10.00 pagi. Selain suhu masih sejuk, energi dari sahur masih cukup stabil. Jika ingin berburu sunset, pastikan estimasi turun tidak terlalu malam dan tetap memperhitungkan kondisi tubuh.
BACA JUGA: Gunung Andong Tutup Sementara 19 Februari – 21 Maret 2026, Ini Alasannya
3. Sahur dengan Nutrisi Tepat
Kunci kuat mendaki saat puasa ada di menu sahur yakni karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum), protein (telur, ayam, tempe), buah tinggi serat, dan minum air cukup (hindari kopi berlebihan). Hindari makanan terlalu asin atau pedas karena memicu rasa haus lebih cepat.
4. Gunakan Perlengkapan Ringan
Karena sistem tektok, bawalah perlengkapan minimal, seperti daypack ringan, jas hujan / windbreaker, topi dan sunscreen, trekking pole (opsional), serta logistik buka puasa jika turun menjelang magrib. Semakin ringan beban, semakin hemat energi.
BACA JUGA: 3 Tipe Tenda Camping Favorit Keluarga Indonesia
5. Atur Tempo dan Jangan Memaksakan Diri
Mendaki saat puasa bukan ajang mengejar waktu. Gunakan ritme santai dan konsisten. Jika mulai merasa pusing, lemas, atau dehidrasi berat, segera istirahat dan evaluasi kondisi. Keselamatan tetap prioritas utama.
6. Perhatikan Cuaca dan Kondisi Jalur
Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca. Hindari pendakian saat hujan deras atau cuaca ekstrem karena risiko tergelincir meningkat, apalagi saat kondisi tubuh sedang berpuasa.
7. Jaga Etika dan Lingkungan
Ramadan adalah momen menjaga sikap dan perilaku. Tetap tidak membuang sampah, menghormati pendaki lain, tidak membuat kegaduhan berlebihan, dan menghargai masyarakat sekitar. Pendakian yang bijak mencerminkan karakter pendaki sejati.
Lantas banyak yang bertanya, apakah aman melakukan pendakian tektok saat berpuasa. Secara umum aman, selama kondisi fisik prima, tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, pendakian tidak terlalu berat, dan tubuh terhidrasi dengan baik saat sahur. Jika ragu, lebih baik tunda pendakian atau pilih trek lebih ringan.
(mc/pd)






