4 Cara Mengatur Ritme Jalan saat Mendaki Gunung agar Tidak Cepat Lelah

Trekking Pendakian

Mounture.com — Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruang yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain perlengkapan yang memadai, salah satu faktor penting yang sering diabaikan pendaki adalah pengaturan ritme jalan saat mendaki.

Ritme langkah yang tepat membantu menjaga stamina tetap stabil selama perjalanan panjang dan medan yang terus menanjak. Tanpa pengaturan yang baik, pendaki berisiko mengalami kelelahan lebih cepat hingga cedera.

Berikut beberapa cara mengatur ritme jalan saat mendaki gunung agar tidak mudah lelah.

1. Gunakan Langkah Kecil

Mendaki gunung bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai puncak, melainkan bagaimana menjaga energi tetap konsisten.

Disarankan untuk mengambil langkah kecil dan teratur saat trekking. Langkah yang terlalu lebar membuat beban tubuh dan carrier bertumpu pada satu kaki, sehingga berisiko menyebabkan kram atau keseleo.

Dengan langkah kecil, beban lebih seimbang dan tenaga yang dikeluarkan lebih efisien.

2. Jaga Langkah Tetap Stabil

Kestabilan adalah kunci dalam pendakian. Gerakan yang stabil membantu tubuh dan otot beradaptasi dengan perubahan ketinggian dan medan yang semakin menanjak.

Selain itu, di ketinggian tertentu pasokan oksigen mulai berkurang. Ritme yang stabil membuat pernapasan lebih terkontrol dan mencegah tubuh cepat kehabisan tenaga.

BACA JUGA: 9 Kriteria Wajib Cek Sebelum Beli Tenda, Penting untuk Camping Bawa Anak

3. Hindari Melangkah Tiba-Tiba

Perubahan ritme secara mendadak dapat membuat otot kaki kaget dan tegang. Melangkah terlalu cepat atau tiba-tiba memperbesar risiko cedera seperti kram dan keseleo.

Awali langkah dengan tempo pelan, kemudian pertahankan konsistensi hingga menemukan ritme yang nyaman.

4. Istirahat Saat Tubuh Mulai Lelah

Jika mulai merasa lelah, segera ambil waktu istirahat singkat sekitar lima menit untuk memulihkan tenaga.

Sebaiknya tetap dalam posisi berdiri saat beristirahat agar otot tidak terlalu rileks secara mendadak. Duduk atau rebahan secara tiba-tiba justru dapat membuat tubuh terasa lebih berat saat kembali berjalan.

Bagi pendaki pemula, penting untuk mengenali batas kemampuan diri dan tidak memaksakan ritme perjalanan.

(mc/ns)