
Foto: BBKSDA Sumbar
Mounture.com — Petugas Resort Marapi Singgalang Tandikat bersama pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah pendaki ilegal yang kedapatan hendak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Singgalang pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Menyusul kejadian tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawasan TWA Gunung Singgalang, Gunung Tandikat, maupun Gunung Marapi.
Hingga saat ini, seluruh jalur pendakian di ketiga gunung tersebut masih ditutup total untuk waktu yang belum ditentukan.
BACA JUGA: Wisata Gunung Bunder Bogor, Alternatif Liburan Alam Sejuk Dekat Jakarta
BKSDA Sumatera Barat menegaskan bahwa penutupan jalur pendakian dilakukan demi keselamatan masyarakat, mengingat sarana dan prasarana pendukung keselamatan (sarpras) serta fasilitas wisata di kawasan tersebut belum tersedia dan belum layak digunakan.
Dalam kondisi saat ini, aktivitas pendakian dinilai sangat berisiko dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa pengunjung. Oleh karena itu, BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melakukan pendakian ilegal, meskipun jalur tampak dapat dilalui.
BACA JUGA: Tips Aman Belanja Online Alat Gunung agar Terhindar dari Penipuan
Selain membahayakan diri sendiri, aktivitas pendakian ilegal juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan konservasi.
BKSDA menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan penutupan kawasan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi pembukaan jalur pendakian dari pihak berwenang dan selalu mengikuti informasi terkini dari kanal resmi BKSDA Sumatera Barat.
(mc/ril)






