TNGR Perkuat Sistem Keselamatan Pendakian Rinjani 2026

Gunung Rinjani – Foto: TNGR

Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus memperkuat sistem keselamatan pendakian Gunung Rinjani memasuki musim pendakian 2026.

Langkah ini disebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pendakian kelas dunia yang aman, nyaman, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan inovasi digital serta penguatan manajemen lapangan.

Berbagai upaya strategis dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendakian, mulai dari pengelolaan data pendaki, sistem pemantauan keselamatan, hingga penguatan sarana pendukung di jalur pendakian.

“Rinjani bukan hanya tujuan, tetapi pengalaman pendakian kelas dunia yang terus bertransformasi. Bersama, kita jaga Rinjani, aman, nyaman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tulis akun Instagram resmi @btn_gn_rinjani.

BACA JUGA: Simak! Pertolongan Pertama yang Wajib Diketahui saat Mendaki Gunung

Digitalisasi Layanan dan Pemantauan Pendaki

Salah satu fokus utama TNGR pada 2026 adalah penguatan sistem berbasis digital. eRinjani App kini tersedia di platform iOS untuk memudahkan akses layanan pendakian secara terintegrasi. Aplikasi ini menjadi pintu utama bagi pendaki dalam memperoleh informasi, layanan, dan pengelolaan aktivitas pendakian.

TNGR juga menghadirkan Rinjani Beacon, sistem pemantauan posisi pendaki secara real time melalui smartphone. Teknologi ini mengadopsi prinsip Personal Locator Beacon (PLB) yang selama ini digunakan oleh BASARNAS dalam operasi pencarian dan pertolongan, sehingga mempercepat respons saat terjadi kondisi darurat.

Sistem Keselamatan Terpadu dan Asuransi Pendaki

Sebagai bagian dari peningkatan standar keselamatan, TNGR menerapkan asuransi premium pendaki untuk memberikan perlindungan maksimal selama aktivitas pendakian berlangsung. Skema ini menjadi wujud tanggung jawab pengelola dalam menciptakan pendakian yang lebih aman dan terukur.

Di sisi operasional, TNGR membangun Command Center sebagai pusat kendali terpadu yang mengelola data pendakian, komunikasi lapangan, serta koordinasi respon kedaruratan secara terintegrasi. Sistem ini diperkuat dengan Integrated Radio Communications yang menghubungkan petugas lapangan, pos pendakian, dan pusat kendali.

BACA JUGA: Gunung Embun Paser, Negeri di Atas Awan yang Wajib Dijelajahi di Kalimantan Timur

Pendakian Ramah Lingkungan dan Edukatif

Tidak hanya fokus pada keselamatan, TNGR juga memperkuat aspek keberlanjutan melalui penerapan Zero Waste Digital System. Sistem ini mendukung pengelolaan sampah pendaki secara digital guna mendorong pendakian yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Sebagai sarana edukasi, TNGR memasang papan interpretasi jalur pendakian yang memuat informasi keselamatan, peta jalur, serta pengetahuan mengenai flora, fauna, dan geologi Gunung Rinjani.

Shelter Inovatif Tingkatkan Kenyamanan Pendaki

Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan di jalur pendakian, TNGR menghadirkan shelter inovatif ramah lingkungan. Shelter ini dilengkapi panel surya, struktur kokoh, dan desain ergonomis sebagai pos istirahat mandiri bagi pendaki, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Rinjani Menuju Pendakian Kelas Dunia

Dengan penguatan sistem keselamatan, digitalisasi layanan, dan pendekatan berkelanjutan, TNGR menegaskan arah transformasi Gunung Rinjani sebagai destinasi pendakian kelas dunia. Upaya ini diharapkan mampu memberikan pengalaman mendaki yang lebih aman, nyaman, serta tetap menjaga kelestarian alam Rinjani.

(mc/ril)