Jalur Pendakian Gunung Marapi, Singgalang, dan Sago Malintang Masih Ditutup, Ini Penjelasan BBKSDA Sumbar

Gunung Sorik Marapi dari kejauhan – Foto: KSDAE KLHK

Mounture.com — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Barat kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian di kawasan TWA Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, dan TWA Gunung Sago Malintang masih ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Penegasan tersebut disampaikan melalui Pengumuman Nomor PG.02/K.9/TU/KSA.2.3/12/2024 yang dikeluarkan BBKSDA Sumbar pada 23 Desember 2024, sebagaimana diunggah melalui akun Instagram resmi @bksda_sumbar.

Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Status Level II (Waspada). Aktivitas erupsi yang masih kerap terjadi dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pendaki dan pengunjung kawasan.

Selain faktor aktivitas vulkanik, BBKSDA Sumbar juga menyebutkan bahwa sarana dan prasarana pengelolaan di kawasan TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang masih belum memadai.

Saat ini, kedua kawasan tersebut tengah menjalani proses evaluasi serta pembenahan fasilitas guna menjamin aspek keamanan dan kenyamanan di masa mendatang.

BACA JUGA: Jalur Gunung Slamet via Gunung Malang, Sepi Namun Menantang

“Demi keamanan dan keselamatan bersama, seluruh pintu masuk jalur pendakian masih ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan,” tulis BBKSDA Sumbar dalam keterangannya.

BBKSDA Sumbar juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, aparat terkait, wali nagari, serta seluruh pihak untuk turut menyosialisasikan informasi penutupan ini kepada masyarakat luas.

Pendaki dan wisatawan diimbau agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian selama status penutupan masih berlaku.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan dan dampak buruk akibat kondisi alam yang belum stabil. BBKSDA Sumbar mengajak masyarakat untuk menjadi pendaki yang bijak dengan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Informasi terbaru terkait pembukaan kembali jalur pendakian akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi BBKSDA Sumbar.

(mc/ril)