
Ilustrasi – Foto: Mounture.com/Rangga
Mounture.com — Pendakian bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga perencanaan matang dan kerja sama tim yang solid. Hal inilah yang selalu ditekankan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) dalam setiap kegiatan eksplorasi alam mereka.
Untuk memastikan pendakian berjalan lancar, aman, dan efisien, Mapala UI membagi peran anggotanya ke dalam beberapa fungsi penting.
Dikutip dari akun instagram Mapala UI (@mapala_ui), berikut ini struktur pembagian peran dalam sebuah tim pendakian.
1. Peran Teknis: Pemimpin dan Pengambil Keputusan
Peran teknis bertindak sebagai ketua kelompok yang mengambil keputusan penting selama pendakian. Tugas utamanya meliputi:
– Menyusun rencana operasional pendakian.
– Mengatur teknis perjalanan dari awal hingga akhir.
– Memastikan jalur yang ditempuh aman untuk dilalui.
2. Perlengkapan: Menjaga Kesiapan Logistik
Anggota yang bertanggung jawab atas perlengkapan memiliki peran krusial untuk memastikan setiap peserta memiliki alat yang layak dan lengkap. Mereka juga:
– Membuat checklist perlengkapan pribadi dan kelompok.
– Mengatur pembagian beban barang secara adil dan efisien.
BACA JUGA: Pentingnya Disiplin Waktu saat Mendaki Gunung
3. Medis: Penjaga Kesehatan Tim
Kesehatan adalah prioritas utama. Tim medis memiliki tugas untuk:
– Memantau riwayat penyakit seluruh anggota.
– Membawa perlengkapan P3K dan obat-obatan.
– Memberikan pertolongan pertama bila terjadi keluhan kesehatan.
4. Konsumsi: Ahli Nutrisi Lapangan
Agar pendakian berjalan lancar, kebutuhan energi dan cairan harus terjaga. Tugas tim konsumsi meliputi:
– Menghitung kebutuhan kalori dan air selama pendakian.
– Menyusun menu makanan harian.
– Membuat daftar bahan makanan yang harus dibawa.
BACA JUGA: Cinta yang Menyusuri Lereng: Ketika Gunung Menyatukan Dua Hati
5. Dokumentasi: Mengabadikan Momen
Selain mendaki, tim dokumentasi bertugas mengabadikan setiap momen berharga:
– Mengambil foto dan video selama perjalanan.
– Memastikan seluruh perlengkapan dokumentasi dalam kondisi siap pakai.
6. Nonteknis: Pengurus Administrasi
Peran nonteknis berfokus pada segala bentuk urusan administratif, antara lain:
– Mengurus pendaftaran, surat izin mendaki (Simaksi), dan surat keterangan sehat.
– Melakukan koordinasi dengan basecamp dan pengelola jalur pendakian.
7. Bendahara: Pengelola Keuangan
Manajemen keuangan yang baik sangat penting untuk keberhasilan kegiatan. Bendahara bertugas untuk:
– Mengatur pemasukan dan pengeluaran dana kegiatan.
– Menyusun laporan keuangan secara transparan.
8. Transportasi: Koordinator Mobilitas
Kelancaran mobilitas sangat menentukan keberhasilan logistik pendakian. Tim transportasi bertanggung jawab untuk:
– Mengatur kendaraan keberangkatan dan kepulangan.
– Memastikan peserta dan perlengkapan tiba dengan aman dan tepat waktu.
(mc/ril)