0

Ini Cara Bedakan Jamur Bisa Dimakan dan Tidak

  • 17 Oktober 2018 08:56

 

(Mounture.com) — Ketika beraktivitas di alam bebas sudah barang tentu kita akan menemui dengan berbagai macam jenis tumbuhan. Salah satu jenis tumbuhan yang sering ditemui di alam bebas adalah jamur.

Jamur merupakan tumbuhan yang memiliki kalori yang rendah dan kaya akan protein, selain itu jamur juga mengandung antioksidan, selenium dan polisakarida serta vitamin D2. Kendati demikian, tidak semua jamur bisa dikonsumsi, pasalnya ada sebagian jamur beracun dan membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Adapun jenis jamur yang bisa dikonsumsi antara lain jamur merang atau bahasa latinnya disebut Volvariella Volvacea dan juga ada jamur kuping (Auricularia polythrica). Sedangkan jamur Amanita phalloides dan Amanita virosa adalah sebagian dari jenis jamur beracun dan tidak bisa dikonsumsi.

Jamur Amanita phalloides merupakan salah satu jamur paling beracun dari jenis jamur payung. Racunnya disebut dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah serta kerusakan pada mata dan kulit. Sementara jamur Amanita virosa, dapat merusak organ hati dan ginjal secara singkat.

Dikutip dari laman tngciremai.com, ada beberapa cara membedakan jamur yang bisa dikonsumsi dengan jamur yang tidak bisa dikonsumsi. Pertama, amatilah terlebih dahulu bentuk serta sifat jamur tersebut. Karena akan sangat berbahaya apabila kita tidak mengenal serta membedakan antara jamur yang beracun dan yang tidak beracun.

Kedua, jamur beracun biasanya memiliki warna mencolok, bau tidak sedap dan mudah hancur apabila diraba serta memiliki bintik-bintik mencolok di sekitar tudungnya. Warnanya yang mencolok terkadang membuat kita jatuh hati dan ingin mencoba mencicipinya. Padahal jamur tersebut merupakan jenis jamur beracun dan berbahaya apabila dikonsumsi.

Ketiga, jangan mengambil jamur yang belum mekar dengan benar. Pasalnya hal ini akan sulit bagi kita untuk mengetahui jenisnya. Keempat, jangan memakan jamur yang bergetah saat dipotong. Dan terakhir, jangan mengambil jamur dari tempat yang kotor dan berbau. (MC/DC)

Foto: dok. tngciremai.com