0

8 Cara Agar Terhindar dari Sambaran Petir di Gunung

  • 9 Desember 2018 07:58

(Mounture.com) — Berkegiatan di alam bebas seperti mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas yang memiliki resiko yang tinggi. Adapun resiko tersebut diantaranya adalah sambaran petir.

Sambaran petir bisa menjadi momok dalam sebuah pendakian, pasalnya pendaki gunung berada di luar ruang yang luas dan berada di ketinggian dimana tidak banyak tempat perlindungan ketika melakukan pendakian.

Kendati demikian, ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi resiko terkena sambaran petir ketika melakukan pendakian seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Jangan berada di area padang rumput yang luas, puncak atau punggungan gunung yang terbuka saat terjadi petir. Jika sudah berada di posisi tersebut, disarankan untuk segera turun dan mencari tempat perlindungan seperti lembah, mencari shelter/pos ataupun mencari area yang lebih rendah.

2. Ketika melihat tanda-tanda akan terjadi badai yang disertai petir, segera matikan perangkat elektronik, pasalnya alat-alat tersebut memancarkan gelombang dan memantulkan radiasi elektromagnetik yang akan berakibat petir akan menyambar gelombang-gelombang tersebut.

3. Jangan berlindung di pepohonan, terlebih pohon yang tinggi dan berdiri sendiri. Selain itu, hindari juga sumber air.

4. Jangan gunakan peralatan yang mudah menghantarkan listrik atau menangkap petir, seperti payung.

5. Gunakan selalu alas kaki, dan sebisa mungkin tubuh jangan bersentuhan langsung dengan tanah.

6. Saat dalam kondisi trekking kelompok, biasakan menjaga jarak. Hal ini untuk mencegah jika suatu kondisi terburuk salah satu rekan tersambar petir maka yang lain tidak akan ikut tersambar.

7. Ketika rambut tiba-tiba seperti berdiri, bisa jadi petir hampir menyambar. Usaha terakhir saat keadaan darurat jika berada di tempat terbuka yaitu dengan posisi jongkok – kaki jinjit – lalu tumit bertemu tumit – kepala ditundukan – tutup telinga untuk meminimalisir gangguan pendengaran. Setelah dirasa cukup aman lalu pergilah ke tempat yg lebih aman.

8. Selalu berdoa dalam setiap kegiatan di luar ruang.

Kendati demikian, cara yang paling tepat untuk mencegah atau meminimalisir resiko adalah mencari waktu yang aman untuk melakukan aktivitas pendakian seperti saat musim kemarau, untuk lebih mencegah resiko-resiko yang ada. (MC/PC)

Foto: dok. apabedanya.com