Ini 3 Penyakit yang Kerap Timbul Ketika di Ketinggian

(Mounture.com) — Ketika berada di gunung atau tempat tinggi lain, terkadang muncul perasaan tidak enak dan tidak nyaman pada diri sendiri. Dilansir dari One Medical, jika hal itu kerap terjadi pada tubuh maka mungkin terjadi salah satu dari penyakit.

Berikut ini 3 penyakit yang kerap timbul dan dihadapi ketika berada di ketinggian, akibat faktor ketinggian dan lainnya.

1. Acute Mountain Sickness (AMS)

Penyakit ini adalah penyakit yang paling sering diderita oleh seorang pendaki. Gejala yang muncul dari AMS adalah perasaan mabuk yang ditandai dengan sakit kepala, kelelahan, hilang selera makan, mual, dan terkadang hingga muntah.

Untuk mencegah munculnya AMS ini, bisa dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Gejala ini dapat dihindari dengan aklimatisasi atau pembiasaan terhadap ketinggian selama 24 hingga 72 jam.

2. High Altitude Cerebral Edema (HACE)

Penyakit ini merupakan perkembangan dari AMS. Dalam tahap ini, telah muncul cairan yang mempengaruhi otak. Gejala yang muncul adalah sakit kepala, pandangan yang kabur, dan disorientasi arah.

Strategi pencegahan dan penyembuhan terbaik untuk penyakit ini adalah minum banyak air. Akan tetapi banyak orang yang sudah menderita penyakit ini tidak dapat meminum air. HACE memang jarang terjadi tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat fatal dan dapat membahayakan nyawa.

3. High Altitude Pulmonary Edema (HAPE)

HAPE biasanya terjadi pada wilayah yang sangat tinggi dan menyebabkan munculnya cairan di paru-paru. Penyakit ini terjadi pada ketinggian 8.000 kaki atau 2.438 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bahkan seorang yang sehat dan berpengalaman dapat menderita penyakit ini.

Badan yang prima dan persiapan yang maksimal merupakan syarat utama agar terhindar dari penyakit ini. Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah batuk kering dan napas yang pendek. Jika penyakit ini telah akut maka akan timbul perasaan kebingungan dan demam. Cara untuk mengobati penyakit ini adalah memberikan oksigen yang cukup bagi penderitanya. (MC/DC)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.