Merinding saat Mendaki Gunung, Ini Penyebabnya

(Mounture.com) — Merasakan merinding saat melakukan petualangan di alam bebas, seperti mendaki gunung terkadang sering dianggap sebagai kejadian mistis. Tapi tahukah kalian, merinding menurut dunia kesehatan dianggap sebagai refleks pilomotor.

Karena refleks inilah maka kita menjadi merinding, di mana kejadian ini datang secara tiba-tiba tanpa bisa diatur kapan datangnya dan frekuensi refleks tersebut. Adapun refleks seperti ini terjadi saat kita merasa takut, otak akan langsung mengaktifkan mode siap siaga terhadap ancaman.

Tubuh pun akan memproduksi hormon bernama adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar yang terletak di atas ginjal. Akibatnya, otot-otot kecil yang terhubung dengan folikel rambut pada kulit akan berkontraksi. Inilah yang menyebabkan rambut-rambut halus di permukaan kulit lengan atau kaki menjadi tegak atau dikenal dengan sebutan bulu kuduk berdiri.

Berikut ini beberapa penyebab merinding seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Perubahan suhu,

Disebabkan oleh hembusan angin atau perubahan cuaca yang terjadi di kawasan pendakian.

2. Reaksi emosional,

Karena timbulnya perasaan senang, sedih atau kaget.

3. Pertahanan diri,

Ketika terlalu takut, maka otak akan memberikan rangsangan sinyal untuk siaga dan membuat tubuh menjadi waspada.

4. Gejala penyakit,

Gangguan sistem refleksi pada tubuh bisa menyebabkan merinding tanpa sebab salah satunya influenza, radang paru, atau gangguan usus. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum melakukan pendakian. (MC/RIL)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.